Mengapa Tuhan Memilih Orang-Orang Biasa yang Luar Biasa Selama Natal?
Tuhan senang menggunakan orang-orang biasa untuk berpartisipasi dalam kisah-Nya yang supranatural dan epik. Berulang kali melalui Kitab Suci, Tuhan memanggil orang-orang yang tidak terduga atau pribadi yang hancur untuk bergabung dengan-Nya dalam rencana penebusan-Nya. Baik itu orang tua seperti Abraham atau anak gembala seperti Daud, Tuhan memilih orang-orang biasa yang tidak akan dipilih orang lain.
Dia melakukan ini karena beberapa alasan, tetapi terutama untuk membuktikan kuasa dan kemuliaan-Nya. Dalam menyatakan keunggulan dan kekuasaan-Nya, Tuhan juga mengajarkan kita kebenaran penting tentang diri-Nya dan kita melalui orang-orang biasa yang luar biasa.
Narasi Natal tidak berbeda. Tuhan menggunakan tetangga asing dan orang-orang yang terpinggirkan sebagai tokoh pendukung ketika Dia membawa Putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan kita semua.
Berikut adalah enam contoh mengapa Tuhan memilih orang-orang biasa yang luar biasa selama Natal.
1. Mengapa Tuhan Dapat Bekerja Melalui Siapapun?
Kemampuan Tuhan untuk menggunakan orang tidak bergantung pada riwayat hidup kita, baik atau buruk. Ketika Tuhan mengubah kisah hidup kita, membawa kita ke dalam tujuan kekal-Nya, Dia memberdayakan kita, dan hidup kita mencerminkan janji dan transformasi-Nya. Oleh karena itu, karena bergantung pada-Nya, Tuhan dapat menggunakan siapa pun.

Maria, seorang wanita muda yang rendah hati dari Nazaret, menjadi ibu Yesus, Juruselamat dunia. Ia tidak berasal dari keluarga kaya atau berpengaruh. Sebagai seorang Yahudi, ia memiliki kewarganegaraan kelas dua di bawah Roma. Belum menikah dan masih muda, ia memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki status dalam budaya Yahudi. Namun, Tuhan melihat hatinya dan memilihnya untuk memenuhi salah satu peran terpenting dalam sejarah.
Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Maria dan berkata, “Salam, hai engkau yang sangat diberkati! Tuhan menyertai engkau.” (Lukas 1:28). Dalam banyak hal, Maria mungkin tidak merasa sangat diberkati. Sebaliknya, ia tampak tidak penting menurut standar duniawi. Namun, Maria dengan rela mengatakan “ya” kepada rencana Tuhan meskipun akan menghadapi kesulitan, dan pilihan Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa ini bukan tentang status sosial, pendidikan, atau prestasi pribadi. Iman mendekatkan Tuhan dan menyenangkan-Nya.
Lebih lanjut, Tuhan menghargai kerendahan hati dan ketaatan di atas ketenaran atau kekuasaan duniawi. Pekerjaan-Nya tidak bergantung pada kekuatan manusia tetapi pada kasih karunia-Nya sendiri. Melalui Natal ini, kita dapat terdorong. Tidak peduli latar belakang kita, Tuhan memiliki tujuan bagi kita masing-masing dalam rencana-Nya yang agung.
2. Bagaimana Iman dan Ketaatan Membuat Kita Menjadi Bagian dari Rencana Allah?
Ketika Allah berbicara kepada manusia, Ia memanggil mereka untuk bertindak. Pertama, Ia mengungkapkan kasih karunia dan belas kasihan-Nya, melibatkan dan mengungkapkan kemuliaan-Nya. Wahyu Allah mengarah pada transformasi, perubahan perilaku dan tujuan.

Para gembala, orang-orang sederhana yang menjaga kawanan domba di malam hari, termasuk yang pertama menerima kabar tentang kelahiran Yesus. Allah bisa saja membuka surga bagi raja-raja atau pemimpin agama, tetapi sebaliknya, para malaikat membagikan kabar tersebut kepada orang-orang biasa yang menjalani kehidupan sederhana. Allah mempercayakan Injil, kelahiran Kristus, kepada mereka.
Para gembala awalnya ketakutan ketika para malaikat muncul, tetapi seorang malaikat meyakinkan mereka: “Jangan takut. Aku membawa kabar baik yang akan mendatangkan sukacita besar bagi seluruh bangsa.” (Lukas 2:10). Para gembala tidak ragu-ragu sebelum menanggapi dengan iman. Mereka berkata satu sama lain, “Mari kita pergi ke Betlehem dan melihat hal yang telah terjadi ini, yang telah diberitakan Tuhan kepada kita.” (Lukas 2:15)
Melalui pemilihan para gembala, Tuhan menunjukkan kepada kita bagaimana Dia menghargai iman dan tindakan di atas status atau kecerdasan. Para gembala mungkin adalah orang-orang yang terpinggirkan, kesepian di padang, tetapi iman mereka kepada Kabar Baik dan ketaatan mereka selanjutnya menjadikan mereka bagian dari kedatangan Tuhan ke bumi untuk keselamatan. Para gembala ini menginspirasi kita untuk mendengarkan Tuhan dan mengikuti tuntunan-Nya, betapapun sederhana atau tidak pentingnya kehidupan kita.
3. Bagaimana Pilihan Allah terhadap Orang Majus Menunjukkan Kasih-Nya kepada Semua Orang?
Allah pertama kali memilih untuk menyatakan diri-Nya kepada dan melalui umat yang istimewa, yaitu orang Yahudi. Mereka bukanlah bangsa yang secara intrinsik lebih unggul atau lebih rendah, tetapi mereka menjadi bangsa yang melaluinya Allah menyatakan diri-Nya. Namun, seluruh umat manusia diciptakan menurut gambar-Nya, dan Ia berjanji untuk memberkati semua bangsa, bukan hanya satu bangsa. Injil datang untuk semua orang.

Orang Majus, yang kadang-kadang disebut sebagai “orang bijak,” adalah orang-orang bukan Yahudi dari Timur, kemungkinan besar akademisi atau ahli astrologi. Mereka mengikuti bintang untuk menemukan bayi Raja orang Yahudi, Mesias. Terlepas dari asal-usul mereka yang pagan dan bukan Yahudi, Allah menggunakan mereka untuk menunjukkan bagaimana Kristus datang untuk semua bangsa.
Ketika orang Majus melihat bintang itu, mereka memperhatikan keunikannya dan makna kenabiannya. Mereka memulai perjalanan panjang, menunjukkan kerinduan dan pengabdian mereka kepada kebenaran. Setelah sampai kepada Yesus, mereka sujud dan menyembah-Nya, memberikan hadiah berupa emas, kemenyan, dan mur kepada anak itu (Matius 2:11). Injil melampaui batas budaya, etnis, atau nasional. Semua orang hidup di dunia yang rusak ini, dan kita merindukan kerajaan yang lebih baik, pemerintahan yang penuh kasih dan adil, serta pemerintahan yang benar. Dari kasih-Nya yang melimpah, Allah mengutus Putra-Nya agar seluruh dunia diselamatkan dari kematian dan menikmati hidup kekal.
Pilihan Allah terhadap orang Majus mengingatkan kita untuk melihat melampaui penampilan luar atau latar belakang untuk membagikan Kabar Baik Yesus kepada semua orang di mana pun.
4. Bagaimana Kisah Elizabeth Membuktikan Bahwa Tidak Ada Kehidupan yang Berada di Luar Jangkauan Tuhan?
Banyak orang merasa terjebak, seolah-olah hidup mereka telah sia-sia dan tidak ada harapan untuk masa depan yang baik dan berbuah. Tetapi Tuhan dapat membangkitkan kehidupan dari kematian, sesuatu dari ketiadaan. Dan tidak pernah terlambat bagi Tuhan untuk melakukan mukjizat.
Elizabeth, seorang wanita tua dan mandul, telah lama hidup di bawah stigma sosial karena tidak memiliki anak. Budaya Yahudi mengaitkan anak-anak dengan berkat dan kasih sayang Tuhan. Oleh karena itu, menikah dan mandul menjadi tanda aib. Namun, Tuhan memilihnya untuk menjadi ibu dari Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus. Campur tangan Tuhan menunjukkan bagaimana Dia mengangkat orang-orang yang rendah hati dan terpinggirkan, mengubah rasa malu menjadi berkat.
Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada suami Elizabeth, Zakharia, dan mengumumkan bahwa Elizabeth akan melahirkan seorang putra yang akan “membawa kembali banyak orang Israel kepada Tuhan, Allah mereka.” (Lukas 1:16). Usia dan kemandulannya terbukti bukan halangan bagi Allah. Tuhan melakukan mukjizat dalam hidupnya, menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada situasi yang terlalu tanpa harapan bagi penebusan Allah. Kisah Elizabeth terhubung dengan tema yang lebih luas di seluruh Alkitab dan kisah Natal. Allah secara konsisten menunjukkan kasih karunia kepada orang-orang yang rendah hati dan terabaikan. Dia sangat senang mengangkat orang-orang yang rendah hati dan menggunakan mereka untuk misi-Nya.
Elizabeth mengingatkan kita bahwa tidak seorang pun berada di luar jangkauan atau pertolongan-Nya. Bahkan, ketika kita bergumul dengan perasaan ditinggalkan atau diabaikan, Allah berupaya mengubah hidup kita dan membawa kemuliaan bagi diri-Nya sendiri.
5. Bagaimana Kisah Zakharia Menunjukkan Bahwa Allah Bekerja Melampaui Kekuatan Manusia?
Beberapa orang mungkin merasa sia-sia atau tidak layak. Yang lain mungkin terlalu percaya pada kemampuan mereka sendiri. Tidak ada hal baik yang terjadi tanpa pekerjaan dan kuasa Allah, dan Dia seringkali harus merendahkan kita untuk mengajarkan hal ini.

Zakharia adalah seorang imam yang menikah dengan Elizabeth, dan mereka berdua sudah terlalu tua untuk memiliki anak. Terlepas dari kesedihan mereka, mereka tetap setia kepada Allah. Zakharia mendapat kehormatan untuk melayani di bait suci, dan di sana, di tempat kudus, malaikat Gabriel muncul dan mengumumkan bahwa Elizabeth akan melahirkan seorang putra. Tetapi Zakharia mempertanyakan malaikat itu. “Bagaimana aku dapat yakin akan hal ini? Aku sudah tua, dan istriku sudah lanjut usia.” (Lukas 1:18). Zakharia lebih memperhatikan kelemahan dan kurangnya kemampuannya (terlalu tua) daripada pesan malaikat itu. Dia meragukan Allah. Karena itu, Gabriel berkata, “Sekarang kamu akan bisu dan tidak dapat berbicara sampai hari itu terjadi karena kamu tidak percaya perkataanku.” (Lukas 1:20)
Rencana Allah tidak akan terpenuhi melalui kemampuan manusia. Ketidakmampuan pun tidak akan menghalangi pemenuhannya. Allah bekerja melalui kuasa-Nya sendiri, bukan kuasa kita. Kehilangan kemampuan berbicara sementara yang dialami Zakharia menjadi tanda bagaimana kita harus bergantung sepenuhnya kepada Allah. Ketika anak yang dijanjikan lahir, Zakharia menuliskan nama yang diberikan Allah kepadanya. “Namanya Yohanes.” (Lukas 1:63-64) Seketika itu juga, Zakharia dapat berbicara lagi, dan pertama-tama ia memuji Allah.
Allah bekerja melalui orang-orang biasa yang bergantung pada Allah yang luar biasa, bukan pada kekuatan mereka sendiri. Zakharia mengajarkan kita untuk percaya pada janji-janji Allah dan kuasa-Nya untuk memenuhinya.
6. Bagaimana Kisah Yusuf Menunjukkan Kekuatan Mempercayai Rencana Tuhan?
Sejak awal, Tuhan memiliki rencana. Ketika Adam dan Hawa tidak taat di Taman Eden dan menerima akibat kematian, Tuhan menubuatkan penebusan melalui seorang putra. Seperti yang telah kita tunjukkan, kuasa Tuhan mewujudkan rencana-Nya. Ini berarti kita dapat mempercayai rencana-Nya.

Yusuf, seorang tukang kayu sederhana, bertunangan dengan Maria ketika ia mengetahui kehamilannya, bukan darinya tetapi dari Roh Kudus. Bingung dan mungkin terluka, Yusuf awalnya mencoba untuk “menceraikannya” secara diam-diam agar tidak mempermalukannya di depan umum. Tetapi seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan menjelaskan bahwa Maria tetap perawan. Tuhan telah secara ajaib memberinya seorang anak. Malaikat itu berkata, “Jangan takut untuk mengambil Maria sebagai istrimu, karena apa yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20). Yusuf memutuskan untuk mempercayai rencana Tuhan meskipun menghadapi stigma publik yang mungkin mereka hadapi.
Yusuf menikahi Maria dan menjadi ayah duniawi bagi Yesus, menunjukkan kepada kita kesediaannya untuk mengikuti tujuan Allah yang lebih besar. Kemudian, setelah Yesus lahir, kepercayaan Yusuf diuji lagi ketika seorang malaikat memperingatkannya untuk melarikan diri ke Mesir untuk menghindari upaya Herodes yang ingin membunuh Yesus. Yusuf menaatinya, pergi ke Mesir bersama keluarganya (Matius 2:13-14). Kesetiaan Yusuf yang tenang dan sangat berani mengajarkan kita untuk mengandalkan dan berpartisipasi dalam rencana Allah, betapapun mengejutkannya, karena kita tahu bahwa Allah menuntun kita kepada kebaikan dan pahala.
Sumber : Britt Mooney – https://www.christianity.com
Artikel Tentang Kedatangan Yesus Kristus
- Sebuah Kerajaan Siap untuk Kedatangan Juru Selamat
- Yesus Kristus Datang pada Waktu yang Tepat
- Bagaimana Pengaruh Kekaisaran Romawi terhadap Yudea pada Zaman Kristus?
- Sensus Penduduk – Apakah Itu Rencana Tuhan?
- Seberapa Religiusnya Orang-Orang di Kekaisaran Romawi?
- Siapakah Raja Herodes Agung?
- Kedatangan yang Direncanakan di Betlehem?
- Dari Keluaran Menuju ke Betlehem
- Bagaimana Palungan Bisa Mengungkapkan Siapa Kristus Itu?
- Mengapa Tuhan Memilih Betlehem?
- Mengapa Para Pemimpin Yahudi Tidak Pergi ke Betlehem?
- Apakah Yesus Kristus Lahir di Gua?
- Apakah Herodes Membunuh Anak-anak di Betlehem?
- Mengapa Kita Membutuhkan Kelahiran Dari Seorang Perawan di Betlehem?
- Hadiah Sempurna di Palungan
- Benarkah Ada Sensus Saat Yesus Lahir?
- Betlehem – Antara Rumah Roti dan Rumah Perang
- Mengenal Sejarah Kota Bethlehem
- Gembala – Pilihan yang Tepat
- Malaikat Datang Pertama Kali Kepada Gembala
- Mengapa Malaikat Mengumumkan Kelahiran Yesus kepada Gembala
- Fakta Data dan Info Lengkap Tentang Gembala Domba
- Siapakah Orang Majus yang Mengunjungi Yesus Kristus?
- Apa Yang Bisa Kita Berikan Kepada Tuhan?
- Apa yang Orang Majus Dapat Ajarkan Kepada Kita?
- Mengapa Hanya Kitab Matius Yang Menyebut Tentang Orang Majus?
- Mengapa Emas, Kemenyan, dan Mur?
- Bintang Apa yang Dilihat Orang Majus?
- 11 Fakta Tidak Biasa Tentang Orang Majus Dalam Alkitab
- Maria – Satu Contoh Keibuan yang Ilahi
- Siapakah Perawan Maria Bunda Yesus itu?
- Apakah Kita Harus Memahami Kelahiran Perawan?
- Bagaimana Seorang Perawan Bisa Memiliki Anak?
- Pentingnya Kelahiran Melalui Seorang Perawan
- Mengapa Maria Tidak Tahu Siapa Yesus Sejak Awal
- Kelahiran Melalui Perawan – Apakah Itu Penting?
- Palungan Bagi Yesus Kristus
- Apakah Orang Yahudi Menanti Seorang Mesias?
- Yesus Adalah Penghiburan Israel?
- Rahab : Pelacur, Pembohong… Leluhur Yesus?
- Apa yang Dapat Diajarkan Silsilah kepada Kita tentang Tuhan?
- Benarkah Yesus Lahir Pada 25 Desember?
- Para Pemimpin Yahudi : Begitu Dekat Tapi Begitu Jauh
Ramalan dan Nubuatan Alkitabiah Kedatangan Mesias :
- Definisi dan Pengertian Nubuat dan Nubuatan
- Nubuat Tentang Mesias dan Penggenapannya Melalui Yesus
- Pertanyaan Alkitab yang Menarik dan Banyak Ditanyakan
- Tujuan Yesus Kristus Datang Ke Dunia
- Nubuat Perjanjian Lama tentang Kelahiran Yesus
- Alasan Mengapa Yesus Datang dari Surga ke Bumi
Baca Juga Artikel Tentang Tradisi dan Perayaan Natal :
- Selamat Natal Dalam Berbagai Bahasa Bangsa di Dunia
- Kisah Orang-orang Majus dari Timur
- The Star of Bethlehem – Apa itu Bintang Betlehem?
- Natal Putih, Patung Salju dan Ukiran Es – Sejarah Tradisi Perayaan Natal Yang Unik
- Lilin Natal – Dari Penerang Hingga Perlambangan Kristus Terang Dunia
- Tradisi Bel dan Lonceng Pada Perayaan Natal
- Christmas or Xmas? Mengenal Sejarah Ucapan Selamat Natal
- Sejarah Kartu Natal Yang Harus Diketahui
- Lebih Lengkap Tentang Saat Dan Waktu Perayaan Natal
- Tradisi Unik Dekorasi Natal Acar Mentimun
- Chrismons dan Simbol Pola Kristen Dalam Tradisi Natal
