Pemimpin Selaku Seorang Pelatih : Membangun Sebuah Tim Yang Efektif
Equip Seminar Buku 6 Bab 5
Bagaimana Mendaftar dan Memberdayakan Orang-Orang Yang Tepat Untuk Tugas Yang Ada
Dan Tuhan berfirman : “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya, Ini barulah permulaan usaha mereka, mulai dari sekarang apaapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak dapat terlaksana (Kejadian 11:6)
Sebagai seorang pemimpin, anda akan menghadapi tantangan dalam menemukan orang-orang yang tepat bagi tim anda, mengkomunikasikan visi anda, dan mengembangkan mereka menjadi sebuah tim yang kohesif, sebuah tim yang bukan hanya memiliki talenta-talenta perseorangan yang hebat, namun mereka juga bekerja sama dengan baik. Wah… mungkin untuk membayangkannya saja sudah membuat anda lelah. Marilah kita mulai dengan melihat beberapa prinsip tentang kerjasama tim dari buku Dr. Maxwell, 17 Hukum Tak Tersangkali dalam Kerja Sama Tim. Kami percaya bahwa prinsip-prinsip ini bersifat universal, sekaligus kekal:
- Hukum Nilai / Signifikansi. Satu merupakan jumlah yang terlalu sedikit untuk mencapai tujuan-tujuan Allah.
- Hukum Gambaran Besarnya. Sasaran lebih penting dari pada peran.
- Hukum Ketepatan Posisi. Setiap anggota tim punya suatu tempat dimana memberi nilai tambah yang paling tinggi.
- Hukum Kompas. Visi memberi arah dan keyakinan diri bagi para anggota tim.
- Hukum Apel Busuk. Sikap-sikap yang busuk dapat meruntuhkan sebuah tim yang baik.
- Hukum Komunikasi. Interaksi menyulut tindakan.
- Hukum Mata Rantai. Kekuatan tim dipengaruhi oleh mata rantainya yang terlemah.
Tim-tim adalah jalan yang dipakai Allah untuk mencapai tujuan-tujuan-Nya. Biasanya Dia memanggil seorang pribadi ke arah suatu visi, lalu pribadi itu menyadari bahwa visi itu lebih besar dari pada dirinya. Selanjutnya, pribadi ini menyadari bahwa ia harus menjadi scorang pemimpin karena orang-orang lain dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut. Visi itu berukuran Allah, bukan manusia!. Akhirnya, pemimpin itu menyadari bahwa la harus mengembangkan sekelompok orang dalam sebuah tim yang berkerjasama dengan baik. Ada suatu perbedaan antara sebuah kelompok dan sebuah tim.
Kejadian 11:6

Dalam Kejadian 11:6, Allah berbicara tentang tim manusia yang membangun Menara Babel. Orang-orang ini sedang bertindak dengan tak bergantung pada Allah, menuntaskan sasaran-sasaran mereka sendiri, bukan sasaran Tuhan. Namun demikian, ini merupakan suatu ilustrasi yang hebat dari kuasa kerjasama tim. Bahkan Allahpun berpikir demikian! Apa yang kita pelajari dari mereka berkenaan dengan kerjasama tim?
1. Mereka memiliki suatu IDENTITAS YANG SAMA
“Mereka ini satu bangsa.” Suatu identitas yang sama artinya kita mengalami nilai-nilai hidup yang disepakati bersama.
2. Mereka memiliki sebuah BAHASA YANG SAMA
“..dengan satu bahasa untuk semuanya.” Sebuah bahasa yang sama artinya kita dapat berkomunikasi dengan baik.
3. Mereka memiliki suatu SASARAN YANG SAMA
“…apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Suatu sasaran yang sama artinya kita memiliki visi/tujuan yang sama.
Diskusikan: Apakah tim anda memiliki ketiga ciri yang sama ini?
Merekrut dan Mendaftar Anggota Tim
Langkah pertama anda dalam membangun tim adalah menemukan orang-orang yang tepat. Bahkan, bagian terpenting dari organisasi manapun adalah bagaimana seluruh staf disusun. Para pelatih atletik yang hebat tahu bagaimana mereka harus punya bakat untuk memenangkan pertandingan. Karena itu, mereka mengambil suatu peran yang utama dalam merekrut anggota-anggota tim. Kemenangan bukanlah suatu kejadian yang tiba-tiba terjadi.

Organisasi-organisasi yang kecil seperti gereja-gereja sering melakukan kesalahan dengan berpikir bahwa mereka dapat lolos dengan anggota-anggota tim yang lebih lemah (baik para staf maupun sukarelawannya) karena mereka masih kecil. Padahal, kebalikannyalah yang benar.
Dalam sebuah perusahaan yang memiliki 100 karyawan, bila seorang diantaranya lemah, mereka cuma kehilangan 1%. Namun, bila sebuah gereja punya sebuah tim kepemimpinan yang terdiri dari dua orang saja, padahal salah satunya lemah, maka kehilangannya sudah mencapai 50 persen.
Ketika Memilih Anggota-Anggota Tim
Carilah orang-orang yang memenuhi kualifikasi berikut ini. (Dalam bahasa Inggris, daftar ini didahului dengan huruf terdepan dari setiap kata: GIFTS, artinya: karunia-karunia/bakat-bakat). Berusahalah untuk mendapatkan anggota-anggota tim yang:
- Berkarunia. Mereka punya kemampuan di bidang-bidang dimana anda membutuhkannya.
- Berpengaruh. Mereka adalah para pemimpin yang punya pengaruh di tengah-tengah lingkaran orang-orang yang mengelilinginya.
- Penuh Buah / Berbuah. Mereka mendapat hasil-hasil dan melakukan apa yang menyebabkan pekerjaan beres.
- Dapat Dipercaya. Mereka punya integritas. Sangatlah sulit untuk melatih karakter.
- Senang Melayani. Mereka punya hati hamba sehingga suka memberi pelayanan.
Teladan Alkitab : Yesus punya harapan-harapan tertentu terhadap murid-murid-Nya saat Dia memilih mereka. Dia berdoa semalam-malaman, kemudian secara khusus Dia memilih dua belas pria yang akhirnya setia dan siap sedia. Mereka menunjukkan prakarsa, mereka mudah diajar dan haus akan pengajaran. Dia tidak melakukan pemilihan anggota tim-Nya dengan cara untung-untungan saja!. Harapan-harapan anda atas setiap anggota tim anda harus jelas bagi benak mereka. Berikut ini adalah beberapa harapan yang mungkin anda harus sampaikan kepada setiap pribadi yang anda tambahkan ke dalam tim anda:
- Sikap – Anda mengharapkan mereka untuk memelihara suatu sikap yang positif terhadap pekerjaannya.
- Pertumbuhan – Anda mengharapkan mereka untuk terus bertumbuh sebagai seorang pribadi dan sebagai seorang pemimpin.
- Hubungan Antar Pribadi – Anda mengharapkan mereka untuk bekerja dengan orang-orang lain sebagai sebuah tim.
- Mentoring – Anda mengharapkan mereka untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin yang lain.
Membagi Visi Anda dengan Anggota-Anggota Tim

Begitu anda sudah membentuk tim, anda akan ingin mengkomunikasikan visi pemberian Allah yang harus dikejar oleh tim anda. Ingat, para anggota tim akan menangkap visi anda pada taraf yang berbeda-beda. Sebagian akan memahaminya dan memegangnya erat-erat dengan cepat. Yang lain mungkin perlu mendengarnya beberapa kali. Penulis Howard Gardner mengajar kita bahwa orang punya kesukaan tentang bagaimana mereka akan menangkap sebuah visi. Anda perlu menjadi kreatif dalam hal bagaimana anda menebarkan visi. Sebagian orang:
1. Cerdas dalam kata-kata.
Mereka menangkap visi dengan cara mendengarkan seorang pemimpin menggambarkannya secara lisan.
Penerapan: Anda perlu mengajar atau berkhotbah tentang visi itu.
2. Cerdas dalam Gambar-gambar.
Mereka menangkap visi melalui gambar-gambar atau alat peraga.
Penerapan: Mungkin anda ingin memakai alat-alat peraga untuk menolong menunjukkan kepada mereka bagaimana visi masa depan itu.
3. Cerdas dalam hal Logika.
Mereka menangkap visi dengan menerima data-data statistik dan fakta-fakta mengenainya.
Penerapan : Anda perlu mengkomunikasikan fakta-fakta dan gambaran-gambaran di sekeliling visi itu.
4. Cerdas dalam hal Musik.
Mereka menangkap visi dengan mendengarkan sebuah lagu dengan tema tentang visi itu.
Penerapan: Anda bisa meminta seorang anggota tim untuk menulis sebuah lagu yang penuh ilham yang sanggup menyeberangkan gagasan itu.
5. Cerdas dalam hal Manusia.
Mereka menangkap visi di tengah-tengah interaksi dalam kelompok kecil.
Penerapan: Anda perlu membentuk kelompok-kelompok diskusi kecil tentang visi itu.
6. Cerdas dalam hal Diri Sendiri.
Mereka menangkap visi melalui waktu-waktu berpikir atau merenung secara pribadi.
Penerapan: Anda perlu menciptakan sebuah tuntunan perenungan untuk mengizinkan seseorang merenungkan visi itu.
7. Cerdas Dalam Hal Tubuh.
Mereka menangkap visi secara kinestis, yaitu: melalui tindakan mengalami dan mengadakan gerakan-gerakan tubuh.
Penerapan: Anda perlu membuat sebuah pengalaman, misalnya: berjalan di atas tanah milik yang baru.
Teladan Alkitab: Nehemia pertama-tama mengkomunikasikan visinya untuk membangun kembali tembok-tembok Yerusalem kepada sekelompok pria dalam Nehemia 2:16-18. Mereka menggenapi mimpi itu dalam sebuah catatan prestasi 52 hari! Bagaimanapun juga, dari kisah ini kita belajar bahwa tim itu sudah putus asa sewaktu telah mengerjakan proyek itu sekitar setengah jadi. Maka, Nehemia menghimpun mereka bersama – dan mengkomunikasikan lagi visi tersebut. Nehemia mengajar kita bahwa orang perlu terus-menerus mendengarkan visi sementara mereka sedang mengerjakannya ke arah penggenapannya. (Para pembangun tembok itu perlu mendengarkannya setiap 26 hari sekali – jadi, mungkin baik juga untuk mengingatkan orang-orang anda tentang visi tersebut sekurang-kurangnya sebulan sekali).
Kualitas-kualitas apa yang dimiliki Yonatan dan Daud sehingga menciptakan suatu kemitraan yang sedemikian kuat? Kita telah mengkaji kebenaran penting ini dalam suatu pelajaran terdahulu dari Mandat Sejuta Pemimpin. Usahakan mempelajari kembali 1 Samuel 20 akan mengingatkan kita tentang ramuan-ramuan yang menciptakan suatu kemitraan yang efektif.
Bongkar Pasang Anggota-Anggota Tim
Ini adalah salah satu tugas terberat bagi seorang pemimpin Kristen. Tak seorangpun merasa nikmat untuk memberitahu seorang lain bahwa mereka gagal menjalankan tugasnya. Ingat baik-baik, mungkin anda hanya perlu mempertimbangkan untuk menemukan suatu kedudukan yang Iebih baik bagi seorang anggota tim yang sedang gagal itu. Atau mungkin anda memiliki seorang yang tepat namun sedang berada di tempat yang salah saja. Tetapi sering kali, dari waktu ke waktu, setiap pemimpin membuat suatu kesalahan dan mendaftar orang yang keliru. Pendeknya orang itu tidak cocok untuk tim yang ada.
Pertanyaan-Pertanyaan Yang Harus Diajukan Sebelum Memindahkan Seorang Anggota Tim:
1. Apakah proyek atau pelayanan yang ada telah menjadi lebih besar dari pada orang tersebut atau sebaliknya?.
Apakah mereka tidak cocok lagi dengan kedudukan itu karena mereka telah bertumbuh, atau karena mereka tidak sanggup lagi untuk meningkat.
2. Siapa yang percaya bahwa anggota tim ini perlu diganti?
Bila anda adalah satu-satunya orang yang berpikir bahwa orang ini telah gagal, berhati-hatilah. Carilah peneguhan dari pihak lain.
3. Apa yang akan menjadi dasar pemberhentiannya?
Bidang-bidang yang atasnya anda punya dasar yang baik untuk memberhentikan seorang anggota tim:
a. Kegagalan karakter
b. Masalah-masalah hubungan antar prbadi
c. Sikap yang buruk
d. Tidak cakap / tidah becus
Bagaimana Cara Memindahkan/Memberhentikan Seorang Anggota Tim
1. Lakukan secara pribadi.
Suatu perjumpaan pribadi mengizinkan anda untuk mengkomunikasikan hati anda. Juga memberi kesan bahwa mereka itu penting. Hanya dengan menulis surat atau catatan kecil saja terasa terlalu kejam. Berita itu harus disampaikan dengan terang dan langsung oleh sang pemimpin yang mengambil tindakan, supaya gosip-gosip tak akan menyebar kepada anggota tim sebelum sang pemimpin menjumpai mereka.
2. Lakukan secara lembut, tanpa kepahitan atau kebencian.
Saat pemberhentian diucapkan, si anggota tim mungkin akan marah atau membela diri. Bersikaplah lembut. Ingat, suatu “jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman” (Amsal 15:1). Jangan mengkomunikasikan kepahitan atau kebencian apapun, namun jujurlah. Kelemah-lembutan tidak menuntut penipuan. Amsal 27:6 berkata, “luka-luka seorang sahabat itu setia”. Seluruh seluk beluk keputusan dapat dibahas pada pertemuan kedua setelah perasaan dukacita menghilang.
3. Akhirilah tanggung jawab-tanggung jawab mereka secepatnya.
Semakin lama seorang anggota tim tinggal dalam kedudukan yang salah, semakin rendah produktifitasnya, dan seringkali mereka semakin membuat tertekan orang-orang lain yang ada di sekelilingnya. Bila mungkin, gantilah posisinya secepat-cepatnya, sekalipun hanya sementara saja. Izinkan mereka dan organisasi anda mengalami kemajuan ke arah langkah-langkah selanjutnya.
4. Jadilah Konsisten.
Para pemimpin harus “bersatu hati” dalam kaitan dengan kapan dan mengapa mereka mengganti seorang anggota tim. Pimpinlah organisasi anda dengan prinsip-prinsip dimana tim dapat mempersekutukan diri mereka dan memahami segala sesuatu dengan jelas.
5. Lakukan Diskriminasi / Memilih
Semua fakta tidak perlu diberitahukan kepada mereka yang minatnya adalah fitnah atau gosip. Misalnya, memberitahukan seluk-beluk dari suatu kegagalan moral mungkin akan memperburuk situasi dari pada menguatkannya. Pilihlah kata-kata anda dengan hati-hati dan pandanglah ke masa depan pelayanan dari pribadi yang anda pindahkan/berhentikan itu.
6. Tolonglah orang tersebut untuk menemukan langkah selanjutnya.
Meskipun anda mungkin tidak punya tuntutan moral untuk menolong anggota tim itu menemukan posisi mereka selanjutnya, namun bantulah untuk mencari-carikan suatu peluang yang cocok bagi mereka. Selalu luar biasa saat anda bisa menyuguhkan suatu jalan keluar atas tantangan yang baru anda ciptakan bagi mereka. Tolonglah mereka menemukan suatu tempat yang cocok dengan karunia/bakat dan isi hatinya.
7. Antisipasilah masalah-masalah.
Saat anggota tim itu pergi, antisipasılah kemana ia akan pergi dan apa yang akan dikatakannya. Bagi tim yang tinggal, antisipasilah siapa yang mungkin terluka, bagaimana perubahan itu akan mempengaruhi mereka, dan bagaimana orang baru yang terbaik harus ditempatkan untuk mengganti anggota tim yang hilang itu. Kiranya tim anda tahu bahwa anda mengantisipasi kesulitan-kesulitan ini saat anda membuat keputusan-keputusan semacam itu.
Membangun Tim Anda

Membangun tim adalah suatu bagian penting dari tugas seorang pemimpin. Sekali anda punya anggota-anggota tim yang tepat, dan mereka tahu tentang visi yang mereka kejar, anda harus menggerakkan para anggota itu dari sebuah “kelompok” menjadi sebuah “tim.”
Karakteristik dari Pembangun Tim Yang Baik dan Nilainya
1. Mereka punya suatu taraf kebergantungan yang tinggi diantara para anggota tim (Nilai..).
2. Sang pemimpin tim punya ketrampilan-ketrampilan yang baik dalam hubungan antar pribadi dan berkomitmen pada suatu pendekatan tim. (Nilai..)
3. Setiap anggota tim rela untuk menyumbangkan sesuatu. (Nilai..)
4. Tim ini mengembangkan suatu iklim yang santai untuk komunikasi yang ada. (Nilai..)
5. Anggota-anggota tim mengembangkan sikap saling mempercayai. (Nilai..)
6. Mereka siap mengambil resiko. (Nilai..)
7. Sasaran-sasaran tim jelas dan target-target khususnya telah ditetapkan. (Nilai..)
8. Peran-peran para anggota tim telah didefinisikan. (Nilai..)
9. Mereka tahu cara mengevaluasi kesalahan-kesalahan tanpa membuat serangan-serangan kepribadian. (Nilai..)
10. Tim ini berkapasitas untuk menciptakan ide-ide yang baru. (Nilai..)
Penilaian : Mana diantara empat sesi pelajaran ini yang harus anda kerjakan sebagai yang pertama?
Penerapan : Satu langkah apa yang dapat anda ambil untuk mendaftar dan memberdayakan tim anda?
Sumber : Equip Seminar Buku 6 Bab 5 – materi digital disusun Nathanael Ricardo untuk www.transformasi.com.
Equip Seminar adalah pelatihan kepemimpinan yang merupakan bagian dari proyek global Millions Leaders Mandate – Mandat Sejuta Pemimpin dengan tujuan menyiapkan sejuta pemimpin yang mempengaruhi dunia dengan kabar baik. Diinisiasi oleh penulis buku dan hamba Tuhan John C. Maxwell, materi dalam program ini banyak belajar tentang kepemimpinan dari pemimpin utama sekaligus model pelayanan kehambaan tak terbantahkan, Tuhan itu sendiri.
Penyusun memiliki dua sertifikasi untuk pelatihan ini sejak tahun 2006 dan memperoleh ijin untuk membagikan materi ini bagi semua orang yang ingin diperlengkapi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Anda bisa menjadikan materi ini sebagai bahan mentoring di perusahaan, pemuridan di organisasi kerohanian atau sekedar bacaan bagi anda. Silakan menggunakan materi ini dengan syarat mencantumkan sumber materi.
Untuk mendapatkan hasil terbaik dari pelatihan ini disarankan untuk mempelajari materinya secara lengkap dan runtun. Buatlah pelatihan yang terencana dan terjadwal, lakukan dalam grup atau berkelompok serta ciptakan ruang interaktif untuk memperoleh hasil yang maksimal. Selamat menjalani proses untuk kepemimpinan yang diberkati Tuhan.
EQUIP Leadership Seminar Buku 6 :
- Buku 6 Bab 1 – Persoalan Masa Kini: Kepemimpinan dan Pertumbuhan Pribadi
- Buku 6 Bab 2 – Kepemimpinan dan Kredibilitas : Membuat Panggilan Yang Berat
- Buku 6 Bab 3 – Waktu Sang Pemimpin: Tik-Tok, Kelola Jam Waktu Anda
Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :
