ChurchKebangunan Rohani Transformasi & Persekusi

Renungan Kebangunan Rohani

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” 2 Tawarikh 7:14

Saya rasa kita semua sepakat bahwa bangsa kita membutuhkan kebangkitan rohani. Selama bertahun-tahun, Allah telah melakukan pekerjaan yang luar biasa melalui melalui penyembahan, pemberitaan Injil, dan banyaknya orang yang merespons dengan iman. Dan kita menantikan acara kebaktian kebangunan rohani yang berikutnya di waktu-waktu mendatang. Namun, peran kita tidak berhenti sampai di situ. Kita juga dapat berdoa memohon kebangkitan rohani.

Perhatikanlah Firman Allah dalam 2 Tawarikh 7:14: “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

Dalam kitab Yunus di Perjanjian Lama, kita melihat apa yang terjadi ketika kebangkitan rohani berskala nasional berkobar. Saat nabi Yunus pergi ke Niniwe, ia menyampaikan pesan penghukuman sesuai dengan perintah Allah. Pesannya adalah: Jika penduduk Niniwe tidak bertobat dari kejahatan mereka, kota mereka akan dihancurkan dalam waktu 40 hari (lihat Yunus 3:4). Tidak ada janji pengampunan yang tersurat dalam pesan Yunus, ataupun penyebutan mengenai kasih Allah. Pada dasarnya, Yunus berkata, “Kalian semua akan mati.” Dan ia setuju-setuju saja dengan hasil akhir itu – bahkan lebih dari sekadar setuju. Penduduk Niniwe adalah musuh Israel yang sangat dibenci. Kejahatan mereka sudah dikenal luas. Yunus meyakini bahwa penghukuman dan kehancuran adalah hal yang memang pantas mereka terima.

Namun, sebuah hal tak terduga terjadi di tengah proses menuju penghukuman itu. Penduduk Niniwe mendengarkan Yunus dan bertobat – hal yang justru membuat sang nabi sangat kecewa. Yunus 3:10 mencatat, ” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.”

Perubahan sikap Niniwe mungkin merupakan kebangunan rohani terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan hal itu bermula dari sebuah pesan yang disampaikan oleh seorang utusan yang tidak sempurna.

Seperti Yunus, kita adalah utusan-utusan yang tidak sempurna. Namun, kita membawa pesan yang sempurna. Pesan itu adalah Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Kita dapat menyampaikan kepada orang-orang bahwa Allah mengasihi mereka dan bersedia mengampuni mereka, namun mereka terpisah dari-Nya akibat dosa mereka. Kita dapat memberitahukan bahwa jika mereka mau berbalik dari dosa dan menaruh iman kepada Kristus, mereka akan menerima pengampunan.

Akan tetapi, untuk melakukan hal itu, kita harus bersedia mendatangi “Niniwe” kita masing-masing – dalam artian kiasan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang Kristen dalam hal penginjilan adalah sikap “tetap berada di jalur kita sendiri.” Kita mengamati orang-orang di lingkungan sekitar kita, menilai siapa saja yang mungkin terbuka terhadap berita Injil, lalu memusatkan upaya kita hanya pada kelompok tersebut. Namun, sebagaimana yang dialami Yunus, kebangunan rohani yang sejati dan berdampak besar justru terjadi ketika kita berani keluar dari zona nyaman dan melangkah masuk ke dalam situasi-situasi yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan mungkin terjadi.

Jika kita tidak bisa melakukannya secara fisik, kita bisa melakukannya melalui doa. Jadi, inilah tantangan saya bagi Anda: Jangan mengisolasi diri. Menyusup dan berbaurlah. Seperti yang sering saya katakan, Yesus tidak memanggil dunia untuk datang ke gereja; Dia memanggil gereja untuk pergi ke seluruh dunia.

Pertanyaan untuk perenungan: Seperti apakah upaya Anda mengejar kebangunan rohani dalam hidup Anda?

Sumber : Greg Laurie – https://www.christianity.com

Artikel Kebangunan Rohani Lainnya :

Baca artikel terkait :