LeadershipLeadership Refleksi

Pusat Prinsip Kepemimpinan 

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan 24 September

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan. Amsal 4:20-27

Pemimpin yang bertahan tidak melulu bereaksi kepada kultur budaya mereka; mereka mendasarkan kepemimpinan mereka atas prinsip universal dan up to date. Mereka bertahan tetap relevan sebab mereka menikahi konteks budaya kebenaran yang up to date. Amsal pasal 4 mendorong para pemimpin untuk menjadi pusat prinsip. Ayat 20-27 mengajar kita bahwa Prinsip Tuhan memberi kita tiga perkakas penting :

1. Mereka adalah pemandu, mereka membantu kita tetap berada pada jalur yang benar.

2. Mereka adalah pengawal, mereka menjaga tubuh dan hati kita tetap terlindungi.

3. Mereka adalah alat ukur, mereka memampukan kita untuk mengevaluasi posisi kita.

Tiap-tiap pemimpin hendaknya mengkonsumsi Firman Tuhan, kemudian menaruh kebenaran yang ia temukan dalam wujud prinsip yang dapat memandu, menjaga, dan mengukur hidupnya.

Sumber : EQUIP Milist – The Maxwell Leadership Bible

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan September

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Bulan Juli

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Agustus

Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :