Hambatan Utama Dalam Menyebarkan Injil Kabar Baik
Saya yakin bahwa banyak tujuan dan impian kita gagal hanya karena kita membatasi diri kita sendiri. Ini juga berlaku untuk gereja – perintah Kristus untuk menyebarkan Injil adalah contohnya.

Yesus memberi kita visi untuk memberitakan keselamatan-Nya kepada semua bangsa, dan sebagai pengikut-Nya, kita harus menjadikan ini sebagai tujuan kita. Namun, banyak orang Kristen tidak berupaya untuk memenuhi “Amanat Agung” ini – setidaknya tidak dengan sungguh-sungguh dan penuh tujuan. Seringkali, yang menghambat kita adalah batasan yang kita tetapkan sendiri.
Ketakutan adalah salah satu hambatan terbesar yang kita ciptakan sendiri untuk meraih kesuksesan. Misalnya, jika penginjilan berarti bepergian ke luar negeri, kurangnya rasa aman mungkin membuat kita khawatir. Kita mungkin juga merasa khawatir tentang bagaimana keluarga dan teman akan bereaksi terhadap keputusan kita dan apakah orang akan bereaksi negatif terhadap pesan kita.
Hambatan lain mungkin berupa ketaatan bersyarat – yaitu, kesediaan untuk melayani selama Tuhan menempatkan kita di lokasi tertentu atau menugaskan kita untuk melayani di negara di mana kita tidak perlu mempelajari bahasa baru. Dan beberapa orang menjadikan ketidaknyamanan dalam mengeluarkan uang, waktu, atau tenaga sebagai penghalang yang mencegah pelayanan kepada Tuhan.
Ada banyak hambatan yang dapat menghalangi kita untuk membagikan Injil. Tetapi ketika kita bersedia untuk meruntuhkan hambatan-hambatan itu, kita akan takjub dengan apa yang dapat Tuhan capai melalui kita.

Apakah Anda dengan penuh semangat membagikan Injil? Jika tidak, identifikasi hambatan yang menghalangi Anda, dan berdoalah memohon pengampunan. Fokuskan kembali dengan membaca Firman dan mengingat misi yang Yesus berikan kepada Anda. Kasih Tuhan meliputi seluruh dunia, dan karena itu Dia menghendaki agar setiap orang mendengar kabar baik.
Diambil dari “Vision without Boundaries” oleh In Touch Ministries.
Sumber : Charles Stanley – https://www.christianity.com
