Pertobatan Mendatangkan Upah
Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan 12 Desember
Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia? Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak! Ayub 40:3-5
Ketika Tuhan menghadapkan Ayub dengan kuasa dan keagungan-Nya, Ayub menanggapinya dengan kerendahan hati yang mutlak. Pria yang dihukum tidak berusaha membela diri atau merasionalkan perasaannya. Dia mengakui kemanusiaannya, lalu menutup mulutnya. Bahkan setelah Ayub mengakui ketidakberartian dan keangkuhannya, Tuhan menyampaikan firman kedua, yang secara gamblang menggambarkan kuasa-Nya untuk mengendalikan segalanya. Tuhan berkata bahwa Dia mengagungkan diriNya diantara keperkasaan raksasa dan keganasan para raksasa, dan bertanya kepada Ayub apakah dia berani mendekati keduanya. Kali ini Ayub menanggapinya dengan pertobatan yang mendalam, dengan jelas menandai perbedaan antara teman-temannya dan dirinya.

Pemimpin yang baik merasa cukup aman untuk bertobat ketika melakukan kesalahan. Mereka tidak perlu menunjukkan harga diri mereka, membela setiap tindakan mereka, atau membuat alasan atas kegagalan mereka. Pada akhirnya, Tuhan menegur teman-teman Ayub dan memberi upah kepada Ayub – tetapi tidak sampai segalanya selesai.
Sumber : EQUIP Milist – The Maxwell Leadership Bible
Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Oktober
Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan November
Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :
