Holyland Tour & Bible SiteLokasi Penting & Bible Sites

Gunung Karmel – Kebun Anggurnya Allah

Gunung Karmel merupakan jajaran gunung di pantai Israel Utara, suatu area pegunungan yang memiliki panjang 25 km dan lebar 8 km dengan tinggi puncaknya 548 meter dpl. Gunung ini menghadap langsung ke Laut Tengah (Mediterania). Gunung ini berbatasan dengan selatan Asyerdan dan merupakan pegunungan terpanjang di Israel.

pegunungan Karmel

Pegunungan yang Elok

Gunung Karmel dalam bahasa lbrani “Karem El”, Karem atau “kebun anggur” dan El atau “Allah”, jadi artinya adalah “kebun anggur Allah”. Dulu Gunung Karmel dipenuhi oleh kebun anggur dan terkenal sebagai wilayah yang subur. Para arkeolog menemukan pemerasan anggur kuno di beberapa lokasi di gunung ini. Kidung Agung juga mengindikasikan keindahan Gunung Karmel (Kidung Agung 7:5). Perumpamaan dalam Kidung Agung ini akan lebih mudah dibayangkan oleh mereka yang mengenal geografi daerah tersebut, karena dapat membayangkan keindahan dan kekhasan Pegunungan Karmel yang turun ke Haifa, seperti kepala seorang gadis.

Para pelancong merasa kagum pada keindahan alamnya, puncaknya yang tinggi dikelilingi pohon ek/oak, cemara yang besar, pohon zaitun, jeruk, dan “musik” dari gemercik air dari Sungai Kison (1 Raja-raja 18:40). Pada musim semi, sekitar 670 spesies tanaman yang berbeda tumbuh di gunung ini.

Gunung Para Pemuja Dewa

Menurut agama kuno Kanaan, tempat-tempat yang tinggi seringkali dipercayai sebagai tempat yang sakral, Gunung Karmel salah satunya. Para ilmuwan Mesir meyakini bahwa Gunung Karmel dianggap suci sejak abad ke-15 SM. Menurut 1 Raja-Raja, di gunung ini ada altar persembahan kepada Allah Israel, yang kemudian dihancurkan pada zaman Raja Ahab dan dibangun kembali oleh Elia. Pythagoras, ahli matematika dan filsuf Yunani juga pernah mengunjungi gunung ini karena alasan kesakralannya.

Kuil Bahai

Di gunung ini sekarang terdapat sebuah kuil yang didirikan oleh agama Bahai. Bahai merupakan aliran agama yang cukup baru, pergerakan dimulai di daerah Iran pada abad ke-19. Kuil Bahai beratapkan emas, bergaya Partenon Yunani Kuno, dan berdiri di perkebunan yang sangat indah. Pendiri Sekte Bahai adalah Nabi Baha Ullah yang hidup dalam abad ke-19 di Persia. Baha Ullah artinya kemuliaan Allah. Agama ini memaklumkan kesamaan semua ras, mengupayakan perdamaian dan persatuan semua agama. Sekte ini sangat berkembang di Amerika.

Saksi Bisu Pertempuran Elia dan Para Nabi Baal

Puncak Pegunungan Karmel di selatan disebut Al-Muhraqa, tempat Elia menantang para nabi Baal ntuk membuktikan Tuhan siapa yang benar. Nabi Elia menyuruh bangsa srael, 450 nabi nabi Baal, dan 400 nabi-nabi Asyera berkumpul. Singkat cerita, para nabi Baal gagal membuktikan allahnya hidup, sebaliknya Nabi Elia membuktikan Allah Israel hidup dengan pertunjukan api Tuhan menyambar habis korban bakaran yang disiram air (1Raja-raja 18:19- 30). Di kaki gunung ini mengalir Sungai Kisyon, tempat Elia membantai semua nabi Baal. Kini tempat tersebut dinamakan “Tel al Kassis” atau Bukit Imam dan dibangun sebuah gereja Katolik, Di lokasi gereja ini juga dibangun sebuah tugu, patung Nabi Elia yang sedang menyembelih nabi nabi Baal.

Tugu Nabi Elia

Pada tahun 1958, para ahli arkeologi menemukan suatu yang menyerupai altar di atas Gunung Karmel. Mereka memperkirakan bahwa penemuan tersebut adalah altar Elia. Di tempat ini pula, AIkitab menceritakan bahwa Nabi Elisa pada waktu ia didatangi perempuan Sunem yang minta supaya Elisa membangkitkan putranya (2 Raja-raja 4:25)

Pemukiman Karmelit dan Druze

Para Karmelit adalah kelompok pertapa yang terdiri dari mantan pejuang perang salib, bangsawan, dan kafilah baik yang berstatus awam maupun kleus. Mereka bermukim di Gunung Karmel sejak pertengahan abad ke-12. St. Berthold adalah pemimpin pertama kelompok ini. Sekelompok kecil pertapa dikumpulkannya di Gunung Karmel dengan menghidupkan kembali semangat nabi Elia. Bagi para Karmelit, sosok Elia menjadi model dan mereka menyebut Elia sebagai Dux et Pater Carmelitarum yang artinya “pemimpin atau bapak para Karmelit”

komunitas Druze

Di kaki gunung ini juga banyak orang suku Druze. Mereka adalah keturunan langsung dari Yitro, mertua Musa. Pemerintah Israel menyatakan Druze sebagai etnik tersendiri, bukan etnik Arab ataupun Yahudi. Sebagaimana Yitro menolong dan mendukung Musa, orang-orang Druze juga merupakan pendukung setia bangsa lsrael. Mereka secara sukarela bergabung dengan tentara Israel sejak 1948 sampai hari ini. Dalam kemiliteran, orang-orang Druze dikenal sangat militan. Dalam kehidupan sosial, masyarakat Druze memiliki kepekaan sosial yang tinggi, tidak merokok atau minum minuman keras karena sangat menjaga kesucian.

Karmel atau Karem El, merupakan tempat yang akan dikenang sepanjang masa, saksi bisu saat api Tuhan menyambar korban bakaran yang dipersembahkan Nabi Elia. Mujizat ini merupakan buah iman dari Elia, nabi yang paling dikagumi bangsa Israel setelah Musa dan menjadi orang kedua yang tidak mengalami kematian karena diangkat Tuhan ke sorga dengan kereta kuda berapi.

Sumber : Moses C – Ridmag Vol. 02

Baca Artikel Situs Alkitab dan Lokasi Penting Lainnya:

Baca Berita Utama Terkait :