Holyland Tour & Bible SiteLokasi Penting & Bible Sites

Betlehem – Kota Perkenanan Tuhan

Betlehem dalam bahasa lbrani berarti “Rumah Roti”. Kata ini terdiri dari dua kata “BEIT, yang berarti rumah, dan kata “LEKHEM yang berarti roti. Kota kecil ini terletak di Tepi Barat Palestina atau sekitar 9-10 km dari pusat kota Yerusalem.

Kota Sejarah Tiga Agama

Tidak ada yang begitu istimewa dari kota Betlehem. Selain merupakan kota kecil, pada zaman Yesus, kota ini hanya dihuni oleh sekitar 1.000 penduduk. Namun demikian, Betlehem adalah kota yang memiliki sejarah untuk tiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Betlehem merupakan kota yang memiliki arti penting bagi umat Kristiani karena kota ini merupakan tempat kelahiran Yesus. Agama Yahudi juga mempunyai sejarah tersendiri atas kota ini, kota ini adalah tempat kelahiran Boas dan Daud: juga ada kuburan Rahel dan tembok ratapan. Agama Islam menandai Betlehem sebagai salah satu situs keagamaannya, dengan berdirinya Mesjid Al-Aqsa. Mesjid ini pernah dijadikan kiblat oleh umat Islam sebelum dipindahkan ke Masjidil Haram dan merupakan mesjid penting ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Mesjid Nabawi di Madinah.

Betlehem

Sejak terjadi perang salib, agama Kristen yang semula merupakan agama mayoritas penduduk Betlehem dan sekitarnya apapun rasnya (Arab, Yahudi, Palestina) mulai terpinggirkan dan kian menyusut dengan berdirinya Bangsa Israel. Pada tanggal 21 Desember 1995, Betlehem menjadi salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan penuh Otoritas Palestina dan menjadi ibukota distrik Betlehem. Ada hal yang menarik di sini, walaupun sekarang mayoritas penduduknya beragama islam dan/atau Yahudi, ada sebuah peraturan khusus yang menyatakan bahwa walikota dan mayoritas dewan kota harus Kristen.

Kota mungil yang sunyi ini telah mendapat perkenanan Tuhan sehingga Alkitab mencatat ada beberapa peristiwa besar terjadi di Betlehem.

Kubur Rahel

Di kota ini, terdapat Kubur Rahel, istri tercinta Yakub, patriarkh bangsa israel. Rahel meninggal setelah melahirkan anak keduanya. Itulah sebabnya anak mereka itu diberi nama “Benyamin,” yang berarti “anak kedukaan” (Kejadian 35:16-20). Di atas kubur itu Yakub mendirikan sebuah monumen. Karena itulah tempat Kubur Rahel tetap diketahui dengan pasti hingga saat ini.

Berabad-abad lamanya, kuburan itu diziarahi oleh orang-orang Yahudi dan Kristen. Bangunan kuburan itu kecil dan berkubah. Di sebelah kanan Kubur Rahel terletak sebuah kampung yang cukup besar, yaitu Kampung Beit Jala. Di zaman Alkitab, kampung itu bernama Gilo, kampung asal Ahitofel, penasihat terkemuka Raja Daud (2 Samuel 15:12).

Boas bertemu Rut

Pertemuan Rut dan Boas

Pada zaman Hakim-Hakim, terjadi kelaparan yang hebat di Betlehem (Rut 1:1) sehingga Elimelekh berangkat bersama istrinya, Naomi, dan kedua putranya, Mahlon dan Kilyon untuk mengungsi ke Moab. Kedua anaknya kemudian menikah dengan orang Moab, yaitu Orpa dan Rut. Setelah sekitar 10 tahun tinggal di Moab, Elimelekh dan kedua anaknya meninggal dunia tanpa meninggalkan keturunan. Rut bersikeras ikut dengan Naomi kembali ke Betlehem. Di kota kecil Betlehèm, Rut datang dari negeri asing sebagai janda muda yang miskin dan merana. Akan tetapi, di tengah kondisinya, perkenanan Allah ada pada Rut. Di kota itulah, Boas kemudian menebus Rut dan mengambil Rut sebagai istri dengan segenap kasihnya (Rut 4:13-15). Dari pernikahan mereka, lahirlah Obed, ayah Isai, kakek Daud (Rut 4:17, 21), yang selanjutnya masuk dalam daftar silsilah kelahiran Mesias.

Kampung Halaman Daud

Betlehem juga disebut sebagai “Kota Daud’. Disebut demikian karena Daud lahir dan bertumbuh di kota ini (1 Samuel 17:12, Lukas 2:4). Dengan tekun, Daud menggembalakan domba-domba ayahnya tanpa pernah lalai menyediakan rumput yang hijau bagi domba-dombanya. Selesai makan, sementara domba-dombanya berada di tepi sebuah sungai yang jernih, Daud minum dari sebuah sumur yang airnya tidak kalah jernihnya. Daud kemudian diurapi menjadi raja oleh Samuel menggantikan Saul karena Tuhan sendiri yang telah memilihnya (1 Samuel 16:4-13).

Daud muda di Betlehem

Air dari sumur yang begitu jernih itu membuat hati Daud tetap terpaut pada Betlehem. Bahkan ketika berada di gua Adulam, ia rindu sekali minum air dari perigi Bethlehem yang sangat jernih itu (1 Tawarikh 11:17). Karena kerinduan Daud akan air sumur itulah 3 orang pemberani segera menerobos perkemahan orang Filistin, menimba air dari perigi Betlehem, lalu mempersembahkan air itu kepada sang pemimpin. Dengan hati yang sangat haru dan bangga, Daud tidak mau meminumnya, tetapi Ia persembahkan sebagai “korban curahan kepada Tuhan” (1 Tawarikh 11:18).

Tempat Kelahiran Mesias

Tepat di bawah altar utama Basilika kelahiran milik Ortodoks Yunani, terdapat tangga turun memasuki Gua Kelahiran Yesus. Tempat Yesus lahir ditandai dengan sebuah Bintang Perak bercabang 14 dengan tulisan Latin, Hic de Virgine Maria lesus Christus natus est (Di sini, dari Perawan Maria, lahirlah Yesus Kristus). Sejak zaman para Nabi, memang telah dinubuatkan bahwa suatu saat Mesias akan dilahirkan di Betlehem.

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” Mikha 5:2.

Kota Betlehem adalah tempat Sang Penebus, Raja Damai, dilahirkan walaupun setelah itu Yesus dibesarkan di Nazaret. Betlehem, “rumah roti” berarti “Roti” yang telah dikirim dari sorga untuk memberi makan jiwa manusia, telah lahir di sana dan “Roti” dari Betlehem menyebar ke seluruh dunia.

Sederhana, sunyi, dan kecil. Itulah gambaran Betlehem. Namun, Allah telah memilihnya menjadi tempat yang sangat istimewa. Sebagaimana kota Betlehem, apa pun keadaan kita hari ini, Allah telah memilih dan menetapkan kita menjadi umat yang istimewa bagi Dia!

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”(1 Korintus 1:27-29)

Sumber : Moses Christianto – BeCool vol. 32

Baca Artikel Situs Alkitab dan Lokasi Penting Lainnya:

Baca Berita Utama Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *