Kajian Kitab Nahum
Equipping Church Sesi 4 (27 Juni 2024)
Oleh : Dr. Ruben Nesimnasi, M.Th
Latar belakang
Nubuatan kitab Nahum, merupakan kelanjutan pelayanan nabi Yunus. Ketika Yunus berkhotbah di Niniwe, penduduk di kota itu bertobat namun 100 tahun kemudian, mereka melupakan Tuhan dan kembali kepada dosa mereka serta hidup dalam kejahatan yang dilakukan dahulu.
Penulis dan Waktu Penulisan
Nahum sendiri. Nahum berarti penghiburan atau belas kasihan. Nahum berasal dari Elkosyi (Nahum 1:1), dan Nahum melayani di Yehuda.
Susunan dan Ringkasan
- Pasal 1, Murka Allah terhadap Niniwe. Setelah menggambarkan kedasyatan Tuhan dalam menghukum musuh-musuhNya, Nahum memberitakan hukuman Tuhan atas Niniwe secara khusus (Nahum 1:1-15).
- Pasal 2, Kemusnahan Niniwe. Usaha orang Niniwe mempertahankan kota itu dari hukuman Allah sia-sia.
- Pasal 3, Dosa mengakibatkan kehancuran. Kota yang suka menumpahkan darah, akan ditaklukkan dan diperlakukan seperti sundal

Ajaran
- Nahum melukiskan Allah sebagai Allah yang cemburu dan pembalas dan murkaNya dibangkitkan oleh kefasikan. Allah panjang sabar terhadap manusia, namun tetap akan menghukum dosa.
- Secara khusus, Nahum mencela dosa militer yang kejam, yang sering dilakukan oleh Asyur (Nahum 3 : 1-3). Dosa itu mengakibatkan banyak pembunuhan, penghapusan bangsa, dan kekejaman lainnya. Hal-hal demikian sangatlah dibenci oleh Tuhan (Nahum 2 : 1-13).
- Nahum memberitakan bahwa, walaupun mereka sudah banyak menderita, orang Yahudi akan menang pada waktu Tuhan menghukum musuh-musuh mereka (Nahum 2:2).
Artikel Selengkapnya :
