Ayah & Anak Laki-lakiFamilyPengasuhan Dari Orang Tua

4 Perkelahian yang Tidak Boleh Dihindari Putra Kita

Pada hari pertamanya di taman kanak-kanak, putra sulung saya harus menghadap ke kantor kepala sekolah setelah bertengkar dengan temannya di taman bermain. Anak laki-laki lain telah mengayunkan kepalan ke arah anak saya, jadi anak saya segera mengayunkan pukulan balasan. Jujur saja: perasaan saya campur aduk. Saya tidak ingin memaafkan dan membenarkan kekerasan, namun saya juga merasa sedikit bangga karena putra saya membela dirinya sendiri di saat-saat sulit. Salah satu tantangan besar yang dihadapi para ayah dalam membesarkan anak laki-lakinya menjadi laki-laki sejati adalah membantu mereka mengetahui di mana dan bagaimana mereka harus menggunakan kekuatan yang telah diberikan kepada mereka.

Sebagai seorang ayah, saya mendapati diri saya berada dalam posisi istimewa, mencoba mengajari putra-putra saya apa yang patut diperjuangkan. Untuk membantu hal itu, saya mencoba memaparkan pada mereka kisah seperti film Braveheart dan Gladiator. Saya juga berbagi cerita dengan mereka tentang contoh nyata dari orang-orang yang telah berjuang dengan bijak dan benar, menggunakan kekuatan mereka untuk melakukan kebaikan yang luar biasa. Apa yang kita pelajari bersama dari contoh-contoh ini adalah bahwa ada 4 perkelahian yang tidak boleh dihindari oleh anak Anda.

  1. Pertarungan untuk Diri Sendiri

Meskipun hal ini mungkin tidak selalu terlihat sejelas yang terjadi pada putra saya – sebuah tinju yang diayunkan ke arah kamu di taman bermain – kenyataannya adalah kecil kemungkinannya putra-putra kita akan bisa melewati sekolah dasar (apalagi kehidupan) tanpa menghadapi kesulitan dan pertentangan. Mereka perlu mengetahui bahwa ada saat-saat di mana sangat penting untuk bersikap tegas, berdiri tegak, dan merespons dengan kekuatan yang cukup. Mereka juga perlu mengetahui bahwa hal yang sebaliknya juga bisa terjadi: ada kalanya sama pentingnya untuk memberikan pipi yang lain dan menjauh dari lawan.

2. Pertarungan untuk Keluarga

Kalau kamu bertanya untuk jujur pada sebagian besar anak laki-laki, mereka akan bilang kalau mereka suka menggoda adik perempuannya dan berkelahi dengan kakak laki-lakinya, tapi jika kakak beradik ini menjadi sasaran pelaku intimidasi, merekalah yang pertama akan berdiri dan melakukan sesuatu tentang itu. Perbedaannya sederhana. Ketika anak laki-laki mengganggu saudaranya, mereka tidak berniat menyakiti (secara permanen). Hal yang sama tidak berlaku pada pelaku intimidasi. Ketika anak laki-laki belajar membela anggota keluarganya, mereka juga belajar bahwa ada sekelompok orang yang juga akan mendukung mereka.

3. Pertarungan bagi Mereka yang Tidak Bisa Berjuang untuk Dirinya Sendiri

“Tindakan kebaikan dan kasih sayang sekecil apa pun dapat berdampak besar pada seseorang yang sangat membutuhkan.”

Ketika Anda melihat sejarah perang selama satu abad terakhir, kita sering membaca tentang bagaimana kita mengirim tentara ke luar negeri untuk membela mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk berjuang sendiri melawan agresor atau rezim yang menindas. Meskipun kita ingin mengatakan bahwa pertempuran ini hanya terjadi di tempat yang jauh, sulit untuk mengabaikan banyaknya momen dimana kelompok lemah dan rentan dapat ditemukan di halaman belakang rumah kita sendiri. Ada saat-saat ketika orang-orang ini membutuhkan seseorang untuk membela dan menjadi pembela mereka, dan ada saat-saat ketika mereka membutuhkan seseorang untuk melakukan tindakan kebaikan sederhana atas nama mereka. Kita perlu mengajari putra-putra kita bahwa tindakan kebaikan dan kasih sayang sekecil apa pun dapat berdampak besar pada seseorang yang sangat membutuhkan.

4. Perjuangan demi Teman yang Bisa Kalah

Salah satu pertarungan tersulit yang harus dilakukan putra Anda adalah demi temannya yang sedang berada dalam masalah. Ini mungkin seorang teman yang berjuang melawan kecanduan, kejahatan, hubungan, menyakiti diri sendiri, atau bahkan bunuh diri. Teman-teman yang berada dalam situasi seperti ini seringkali curhat tentang perjuangannya dengan syarat “jangan beritahu siapa pun”. Memperjuangkan teman ini mungkin berarti menghubungi seseorang yang dapat membantu, meskipun dapat merusak persahabatan. Kita perlu mengajari putra-putra kita bahwa lebih penting memiliki teman yang aman dan selamat daripada persahabatan yang aman dengan teman yang berada dalam kesulitan atau bahaya.

Sumber : Mike Landry – https://www.allprodad.com

Baca Artikel Terkait Lainnya: