Sejarah Seni Kristen Era El Greco (1541-1614) dan Mazhab Spanyol
Spanyol adalah satu-satunya negara Eropa yang muncul dari pertikaian agama antara Kristen dan Islam (kekuasaan Muslim atas sebagian besar semenanjung Iberia berlangsung 718-1492). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mazhab Seni Lukis Spanyol menghasilkan suatu bentuk seni Kristen yang konsisten dengan pengabdian negara yang tak kenal kompromi terhadap tujuan Katolik.

Eksponen terbesarnya adalah Domenikos Theotokopoulos, yang disebut El Greco. Setelah mempelajari seni lukis ikon Bizantium, ia bekerja di Venesia sebelum menetap di Spanyol. Di sini, ia menciptakan serangkaian potret ekstatis Kristus dan para Santo, yang intensitas ekspresinya langsung menyentuh perasaan spiritual penonton. Lukisan-lukisan suci yang kuat ini, dengan figur-figur yang memanjang, perspektif yang terdistorsi, dan skema warna yang tidak alami, menjadikan El Greco sebagai bapak seni Kontra-Reformasi di Spanyol.
Lukisan-lukisan Katoliknya yang paling terkenal antara lain: The Trinity – Trinitas (1577-9); The Disrobing of Christ – Pelepasan Jubah Kristus (1579); The Burial of Count Orgaz – Pemakaman Count Orgaz (1586); Christ driving the Traders from the Temple – Kristus Mengusir Para Pedagang dari Bait Suci (1600); the Resurrection – Kebangkitan (1600), dan The Opening of the Fifth Seal of the Apocalypse – Pembukaan Meterai Kelima Wahyu (1608). Meskipun tidak memiliki unsur naturalisme Caravaggio, lukisan-lukisan ini merupakan mahakarya spiritual, dan dengan demikian sepenuhnya sejalan dengan persyaratan doktrinal Vatikan.
Setelah El Greco, muncul Francisco de Zurbaran (1598-1664), seorang seniman yang sangat dipengaruhi oleh Quietisme Spanyol, yang berspesialisasi dalam lukisan-lukisan sakral berskala besar untuk Ordo-ordo Religius seperti Kartusian, Kapusin, Dominikan, dan lainnya. Jusepe Ribera (1591-1652), seniman sezaman Zurbaran, adalah tokoh kunci dalam Neapolitan School of Painting – Sekolah Seni Lukis Napoli (1600-1656), dan salah satu pengikut awal Caravaggio. Karya-karya kedua pelukis ini terkenal karena kejujuran visualnya, chiaroscuro yang berani, dan tenebrisme, yang memberikan kesan dramatis dan intensitas yang luar biasa. Lihat juga: Christ Crucified – Kristus yang Disalibkan (1632) karya Diego Velazquez.

Intensitas spiritual yang dicapai oleh para pelukis Spanyol juga terlihat dalam karya-karya pematung Spanyol, seperti Alonso Berruguete (c.1486-1561), pematung terbesar di Spanyol pada masa Renaisans. Mahakaryanya antara lain: altar untuk biara La Mejorada Valladolid (1526), dan ruang paduan suara di Katedral Toledo (1539-1543); Juan de Juni (1507-1577), yang terkenal karena ekspresi emosionalnya, seperti dalam dua kelompok lukisannya, Entombment of Christ “Penguburan Kristus” (1544 dan 1571). Juan Martinez Montanes (“God of Wood”), yang terkenal dengan salib kayu dan figur-figur religiusnya, seperti “Kristus yang Maha Pengasih” (1603) dan Santiponce Altarpiece atau “Altar Santiponce” (1613); dan Alonso Cano (“Spanish Michelangelo”), yang mahakaryanya adalah The Immaculate Conception – “Dikandung Tanpa Noda” (1655).
Sumber : http://www.visual-arts-cork.com
