Kematian Kebangkitan Yesus KristusSpecial Content

Mengapa Yesus Menangis Saat Pawai Kemenangan?

Saat Yesus memasuki Yerusalem dengan penuh kemenangan, orang banyak merayakannya. Mereka tertawa. Mereka bersorak. Mereka bersenang-senang. Dan apa yang Yesus lakukan? Dia melihat kota itu, dan Dia menangisinya. Di sinilah ditengah orang banyak, ditengah hiruk-pikuk, dan Yesus menangis. Orang banyak bersukacita, dan Kristus menangis.

Mengapa Yesus menangis ketika Dia melihat Yerusalem? Sebagai Allah dan memiliki kemahatahuan, Yesus mengenal orang-orang yang berubah-ubah ini yang berseru, “Hosana!” akan segera berteriak, “Salibkan Dia!” Dia tahu bahwa salah satu murid pilihan-Nya, Yudas, akan mengkhianati Dia. Dia tahu bahwa murid lain, Petrus, akan menyangkal Dia. Dia tahu bahwa Kayafas, imam besar, akan bersekongkol dengan Pilatus, gubernur Romawi, untuk membawa kematian-Nya. Dan, Dia tahu masa depan Yerusalem. Melihat 40 tahun ke depan, Dia melihat kehancuran yang akan menimpa kota itu di tangan Kaisar Titus dan pasukan Romawinya.

Yesus juga menangis karena pelayanan-Nya hampir berakhir. Waktunya singkat. Dia telah menyembuhkan penyakit mereka. Dia telah membangkitkan orang mati diantara mereka. Dia telah membersihkan orang kusta diantara mereka. Dia telah memberi makan mereka yang lapar. Dia telah mengampuni dosa-dosa mereka. Namun untuk sebagian besar orang, Dia juga telah ditolak. Yohanes 1:11 mengatakan, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, dan milik kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya.” Dan begitulah Dia menangis. Ini menghancurkan hati-Nya, dan masih terjadi.

Ketidakpercayaan dan penolakan menghancurkan hati Tuhan, karena Dia tahu konsekuensinya. Tetapi ketika pintu hati manusia tertutup, Dia menolak untuk masuk secara paksa. Dia hanya akan mengetuk, ingin mendapatkan izin masuk. Dia telah memberi kita kemampuan untuk memilih. Tetapi ketika kita memilih hal yang salah, Dia tahu akibat yang akan mengikutinya – dalam kehidupan ini dan yang akan datang. Dan hatinya hancur.

Disadur dari “What Breaks God’s Heart” oleh Harvest Ministries.

Sumber : Greg Laurie – https://www.christianity.com

Baca Artikel Minggu Suci Menjelang Paskah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *