LeadershipLeadership Refleksi

Wadah Komitmen

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan 4 April

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: ”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: ”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Yohanes 6:67-68.

Orang sering mengasosiasikan komitmen dengan emosi mereka. Jika mereka merasa benar, maka mereka dapat menindaklanjuti komitmen mereka. Tetapi komitmen sejati tidak bekerja seperti itu. Itu bukan emosi; itu adalah karakter berkualitas yang memungkinkan kita untuk mencapai tujuan kita. Emosi manusia naik turun sepanjang waktu, tetapi komitmennya harus kokoh.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh setiap pemimpin tentang komitmen:

  1. Biasanya ditemukan di tengah kesulitan.
  2. Tidak bergantung pada karunia atau kemampuan.
  3. Komitmen datang sebagai hasil dari pilihan, bukan kondisi.
  4. Bertahan jika didasarkan pada nilai-nilai.

Sumber : EQUIP Milist – The 17 Essential Qualities of a Team Player

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Lainnya :

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Februari

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Maret

Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :