LeadershipLeadership Refleksi

Melangkah Hingga Akhir

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan 1 Desember

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2 Timotius 4:6-7

Bahkan orang yang kurang berbakat dan gagal mengembangkan kualitas-kualitas penting lainnya dapat berkontribusi jika mereka memiliki semangat yang ulet. Arti dari ulet adalah:

1. Memberikan semua yang Anda miliki, tidak lebih dari yang Anda miliki – Beberapa orang secara keliru percaya bahwa menjadi ulet menuntut mereka lebih dari yang mereka tawarkan. Alhasil, mereka tidak memaksakan diri. Namun, menjadi ulet mengharuskan Anda memberi 100 persen – tidak lebih, tapi tentunya tidak kurang.

2. Bekerja dengan tekad, bukan menunggu takdir – Orang yang ulet tidak bergantung pada keberuntungan, nasib, atau takdir untuk kesuksesannya. Mereka tahu bahwa masa-masa sulit bukanlah waktu untuk berhenti mencoba.

3. Berhenti saat pekerjaan selesai, bukan saat Anda lelah – Robert Strauss berkata, “Sukses itu seperti bergulat dengan gorila. Anda tidak berhenti saat Anda lelah, Anda berhenti saat gorila lelah.” Jika Anda ingin tim Anda sukses, Anda harus terus berusaha melebihi apa yang Anda pikir bisa Anda lakukan. Ini bukan yang pertama tetapi langkah terakhir dalam perlombaan estafet, tembakan terakhir dalam permainan bola basket, halaman terakhir dengan sepak bola ke zona akhir yang membuat perbedaan, karena disitulah permainan dimenangkan.

Sumber : EQUIP Milist – The 17 Essential Qualities of a Team Player

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan Oktober

Renungan dan Inspirasi Kepemimpinan November

Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *