Harun : Panggilan Tuhan dan Konfirmasi Orang-orang
Kepemimpinan – Isu Panggilan 03
Bacaan : Imamat 8: 1-36
Harun menerima pentahbisannya menjadi imam dalam Imamat 8. Pada saat itu orang-orang telah mengenalnya sebagai seorang pemimpin, tetapi sekarang Tuhan memberinya panggilan ilahi. Tuhan memerintahkan Harun untuk mengenakan pakaian imam dan aksesori tertentu sebagai simbol luar dari panggilan batin.
Bagi pemimpin yang saleh, panggilan Tuhan menjadi fondasi pribadi untuk pelayanan, sebuah poin dari wahyu. Seseorang tidak berani memasuki posisi spiritual tanpa panggilan ilahi. Panggilan Tuhan adalah langkah pertama bagi siapa saja yang menginginkan posisi kepemimpinan spiritual.
Panggilan
Setiap panggilan memiliki dua komponen: ke dalam dan ke luar. Tangan Tuhan pada orang tersebut menyediakan komponen batin. Melalui itu orang lain menyadari bahwa dia seharusnya menduduki posisi kepemimpinan. Dan komponen luarnya? ini terjadi ketika orang lain menegaskan bahwa tangan Tuhan memang bertumpu pada orang tersebut. Hanya Tuhan yang mengurapi seseorang untuk memimpin dan melayani; paling banter, organisasi hanya mengakui dan setuju dengan urapan-Nya. Otoritas pemimpin spiritual berasal dari Tuhan, bukan manusia.

Kata “otorisasi” berasal dari kata Latin yang berarti “meningkat atau tumbuh”. Terus terang Damazio mengingatkan kita bahwa kata “otorisasi” mengisyaratkan arti spiritual dari: seorang pembangun bangunan spiritual; pencipta keluarga spiritual; seorang pelaku perbuatan spiritual; seorang penulis tulisan spiritual; seorang guru pengetahuan spiritual; seorang penasihat tindakan spiritual; seorang promotor rencana spiritual; seorang pendukung hukum spiritual; seorang pemimpin spiritual dalam kehidupan publik; model perilaku spiritual; wali spiritual wanita dan anak di bawah umur; dan pendukung kesejahteraan spiritual orang lain.
Tanggapan dan Respon Anda
Beberapa tanda sering menyertai panggilan Tuhan atas seseorang ke dalam pelayanan khusus. Roma 1: 14-16 menunjukkan beberapa dari tanda-tanda ini:
1. “Saya sangat bersemangat” (rasa gairah dan urgensi untuk menjangkau orang)
2. “Saya berkewajiban” (perasaan bahwa seseorang tidak dapat melakukan hal lain secara khusus)
3. “Saya tidak malu” (keyakinan untuk melakukan apa yang orang lain anggap tidak logis)

Pentahbisan
Kata “menahbiskan” berasal dari kata Latin yang berarti “mengatur, merancang, menunjuk atau mengelola”. Menahbiskan seseorang berarti secara resmi mengangkat orang itu ke suatu jabatan dan mengatur kegiatan pelayanannya. Pentahbisan yang benar tidak mendahului pelayanan; itu mengikutinya. Hanya setelah seseorang menjalankan pengaruh spiritual yang jelas, yang dimungkinkan oleh Roh Kudus, orang tersebut siap untuk ditahbiskan oleh manusia. Tuhan memanggil, dan orang-orang mengkonfirmasi panggilan itu melalui pentahbisan.
Baca Artikel Terkait Panggilan Tuhan :
- Saat Tuhan Memilih Pemimpin
- Harun – Harga dan Harapan Kepemimpinan
- Harun : Panggilan Tuhan dan Konfirmasi Orang-orang
- Panggilan Seorang Pemimpin
- Menanggapi Panggilan Ilahi
- Selarasnya Panggilan Dan Pemberdayaan Tuhan
- Perlunya Panggilan di Masa-masa Sulit
- Pengikut Tuhan Harus Menjadi Pemimpin dan Hidup di Standar yang Lebih Tinggi
- Kepemimpinan : Pemilihan Disengaja atau Pemilihan Demokratis?
- Panggilan Dua Kali Lipat Dari Tuhan
Baca Artikel Utama Tentang Pemimpin dan Kepemimpinan :