Kematian Kebangkitan Yesus KristusSpecial Content

Mengapa Kamu Menangis?

Kematian tidak pernah mudah dihadapi.

Seringkali kita dapat menghindarinya atau menundanya atau menjauhkannya dari kita. Tetapi terkadang kematian menatap wajah kita dan kita tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana menanggapinya. Dan itulah sebabnya Maria Magdalena berdiri sendirian di Taman Makam sekitar pukul 6:30 pagi pada hari Minggu Paskah pertama.

Jika makamnya kosong, mengapa dia masih di sana? Entah Anda tahu jawabannya dan saya tidak perlu menjelaskannya, atau tidak, dan tidak banyak yang bisa saya katakan. Jika Anda pernah kehilangan orang yang dicintai, yang lebih berarti bagi Anda daripada hidup itu sendiri, Anda akan tahu mengapa dia ada di sana. Dia telah mencintai Yesus dalam hidup, sekarang dia mencintai Dia dalam kematian. Dia melayaninya dalam hidup, sekarang dia bermaksud melayaninya dalam kematian. Dia ada di sana di makam, sendirian, karena kematian tidak bisa menghancurkan cintanya.

Dia menangis karena makamnya kosong. Dia menangisi kuburan yang kosong! Apa yang seharusnya menjadi kabar baik menghancurkan hatinya! Kita akan mengatakan hari ini bahwa kubur yang kosong adalah salah satu bukti terbesar dari kebangkitan Yesus. Namun Maria menangis. Ini menunjukkan kepada kita bahwa bukti saja tidak akan pernah meyakinkan siapa pun. Kecuali bukti disertai dengan pemahaman yang benar dan hati yang terbuka, tidak ada yang akan berubah. Maria memiliki semua fakta yang benar tetapi dia masih melompat ke kesimpulan yang salah. Kita sering melakukan hal yang sama. Ketika dihadapkan pada cobaan dan tragedi yang tidak dapat dijelaskan, kita sering menangisi keadaan kita. Namun jika kita memiliki perspektif Tuhan, maka kita tidak akan menangis sama sekali.

Dan pertimbangkan ini. Jika Maria mendapatkan keinginannya, kita akan menjadi orang yang menangis hari ini. Jika dia menemukan tubuh Yesus masih di dalam kubur, kita tidak akan merayakan apapun karena Paskah tidak akan ada.

Saya tutup dengan pertanyaan yang Yesus ajukan kepada Maria, hanya saja saya ingin bertanya kepada setiap orang yang membaca kata-kata saya: Mengapa kamu menangis? Seperti yang dikatakan seorang penulis, ketika Yesus berjalan keluar dari kubur, semua umat-Nya ikut keluar bersama-Nya.

Diambil dari “Why Are You Weeping?” oleh Keep Believing Ministries (digunakan dengan izin).

Sumber : Ray Pritchard – https://www.christianity.com

Baca Artikel Paskah – Berita Kebangkitan Yesus Dari Kematian

Baca Artikel Inspirasi Jumat Agung – Renungan Kematian Yesus Kristus

Baca Artikel dan Renungan Tujuh Perkataan Yesus Di Kayu Salib

Baca Artikel Minggu Suci Menjelang Paskah