Kematian Kebangkitan Yesus KristusSpecial Content

Kuasa Kematian Dikalahkan Melalui Kebangkitan Yesus

Kematian tampak begitu kejam, begitu kasar, dan begitu final. Itulah yang dirasakan para murid ketika mereka melihat Tuhan mereka, yang mana mereka telah tinggalkan segalanya untuk mengikutinya, tergantung di kayu salib. Mereka hancur. Kematian Yesus telah menghancurkan mereka. Tetapi jika mereka mengingat kembali ingatan mereka, mereka akan mengingat suatu peristiwa dan pernyataan penting yang telah Yesus buat.

Mereka pasti ingat Yesus berdiri di makam sahabat karibnya Lazarus. Mereka akan ingat bahwa Yesus melakukan sesuatu yang sama sekali tidak terduga: Dia menangis (lihat Yohanes 11:35). Yesus menangis, karena Dia tahu bahwa kematian bukanlah bagian dari rencana awal Allah. Kemanusiaan tidak dimaksudkan untuk menjadi tua, menderita penyakit, atau mati. Tetapi karena dosa Adam dan Hawa, dosa memasuki umat manusia, dan kematian mengikutinya. Dan kematian menyebar ke kita semua. Yesus menangis, karena itu menghancurkan hati-Nya.

Tetapi berdiri di sana di makam Lazarus, Yesus juga menyampaikan kata-kata penuh harapan ini: “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia mati” (Yohanes 11:25). Kematian bukanlah akhir. Dan kebangkitan Yesus Kristus membuktikannya.

Jika Anda telah menaruh iman Anda kepada Kristus, maka Paskah berarti Anda akan hidup selamanya di hadirat Tuhan. Paskah membawa harapan bagi orang yang telah dihancurkan oleh kematian.

Diambil dari “New Testament Christianity” oleh Harvest Ministries (digunakan dengan izin).

Sumber : Greg Laurie – https://www.christianity.com

Baca Artikel Paskah – Berita Kebangkitan Yesus Dari Kematian

Baca Artikel dan Renungan Tujuh Perkataan Yesus Di Kayu Salib

Baca Artikel Inspirasi Jumat Agung – Renungan Kematian Yesus Kristus

Baca Artikel Minggu Suci Menjelang Paskah