ChurchKebangunan RohaniSpecial Content

Mempersiapkan Kebangunan Rohani – Bagian 4

Pengharapan dan Keinginan yang Kuat Akan Hadirat Allah

Mereka yang mencari kebangunan rohani pada kenyataannya harus mencari hadirat Allah. Jika fokus kita adalah pada kebangunan rohani, kita mungkin mengalihkan fokus kita dari Kristus kepada tujuan-tujuan yang kurang penting, seperti:

  1. Peningkatan jumlah kehadiran di gereja;
  2. Peningkatan persembahan;
  3. Peningkatan partisipasi dalam program gereja, dll.

Jika kita tetap fokus mencari Hadirat Allah, dan menjadikan Kristus pusat, segala sesuatu yang lain akan berada dalam posisi yang benar.

“Tidak ada kebangunan rohani sejati yang pernah terjadi hanya karena orang mencari kebangunan rohani. Kebangunan rohani dilahirkan ketika orang mencari Dia. Sudah waktunya untuk mencari Pembuat kebangunan rohani bukan kebangunan rohani itu sendiri!” – Tommy Tenney dalam buku The God Chasers (Para Pemburu Tuhan)

Khotbah dan pengajaran seharusnya menggunakan topik yang dapat membangun iman kepada Allah yang memulihkan dan membangkitkan. Topik-topik yang menghasilkan iman ini mencakup:

1. Kekudusan Allah dan kuasa dosa yang menghancurkan.

  • Khotbah tentang topik ini membuka pintu bagi Roh Kudus untuk membawa keinsafan dan pemulihan (bukan penghukuman).

2. Unsur-unsur penting yang menciptakan kesatuan antara Dia dan umat-Nya adalah:

  • Perlunya pengakuan dan pertobatan dari dosa.
  • Korban kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus saja yang membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam hadirat Allah – kebangunan rohani yang sebenarnya adalah – pemulihan manifestasi hadirat Allah di tengah-tengah umat-Nya.

3. Kerendahan hati; mengakui kebutuhan kita akan Dia. Kerendahan hati ini ditunjukkan dalam kesediaan kita untuk berpuasa dan berdoa secara pribadi maupun bersama-sama (2 Tawarikh 7:14).

4. Penundukkan diri kepada Roh Kudus dan bertobat dari segala sesuatu yang akan mendukakan Dia.

5. Janji Firman Allah yang mencakup pembaharuan manifestasi hadirat Allah yang akan memicu keinginan yang membara dalam setiap orang untuk menjadikan Allah dan Dia saja objek tunggal penyembahan dan pengagungan mereka.

6. Topik-topik yang akan membangun iman dalam kehendak Allah bagi kehidupan mereka secara pribadi, serta untuk gereja secara bersama-sama.

7. Topik-topik yang menyampaikan kehendak Allah bagi orang-orang dalam komunitas yang jauh dari Allah, serta orang-orang di kota-kota dan bangsa-bangsa yang jauh dari Allah.

Frank Damazio, dalam bukunya Seasons of Revival (Musim Kebangunan Rohani), menunjuk kepada keinginan yang kuat akan hadirat Allah sebagai “Hukum Pengharapan.” Berikut ini lima poin komentar Damazio yang berkaitan dengan hukum ini:

  1. Berdoa Dengan pengharapan
  • Kita harus berdoa agar Allah memberi kita semangat pengharapan untuk apa yang Dia ingin lakukan di dalam dan melalui kita ketika Roh-Nya bergerak atas kami dalam musim kebangunan rohani.

2. Menunggu Dengan Pengharapan

  • Salah satu kunci untuk melihat tangan Tuhan bergerak dengan cara yang dahsyat adalah iman, dan iman dapat didefinisikan sebagai pengharapan. Pengharapan adalah kemampuan untuk melihat dalam Roh, hal-hal yang Allah ingin bawa ke dalam hidup kita. Ini adalah seni melihat dengan manusia batiniah.
  • “Menunggu” tidak berarti duduk diam di satu tempat untuk sesuatu yang Anda pikir mungkin terjadi, tetapi menunggu berarti mengetahui bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya (Kisah Para Rasul 1:4).
  • Menunggu Dan Mengetahui
    Kita memiliki contoh jenis iman seperti ini dalam Lukas 2:25; 2:36-38. Simeon dan Hana sedang menunggu, dan mereka tahu bahwa mereka akan melihat apa yang mereka sedang nantikan!

3. Menggoncang Air Kebangunan Rohani

  • Orang-orang yang duduk di sekitar Kolam Bethesda sedang menunggu dan mereka tahu bahwa jika mereka menunggu cukup lama, airnya akan digoncangkan pada akhirnya (John 5:1-8). Mereka dengan bersemangat menantikan gerakan air itu.
  • Hukum ilahi pengharapan adalah bahwa kita percaya ada musim ketika Allah menggoncang air dan menjamah hati orang-orang, di mana mereka yang kering rohani dapat disirami dan mereka yang lumpuh dapat disembuhkan. Air itu harus digoncang sebelum kita dapat masuk ke dalamnya. Kita harus mengharapkan goncangan itu, dan kita harus masuk ke dalam air itu dengan harapan yang besar, mengetahui bahwa ada cukup untuk semua orang dan segala sesuatu. Ini adalah jenis iman yang Allah tanggapi.

4. Memelihara Roh Pengharapan

  • Kita memiliki contoh hukum ilahi Pengharapan seperti yang dipraktekkan di gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul 10:24, di mana Kornelius, seorang yang beriman dan berdoa mengharapkan gerakan Roh Kudus atas siapa pun yang datang ke rumahnya dan mendengarkan pesan Petrus.
  • Kornelius sangat percaya bahwa Allah akan bekerja di rumahnya sehingga dia mengumpulkan seluruh sanak saudara dan teman-teman dekatnya. [Dia adalah seorang pribadi yang berharap.]

5. Meminta dan Melihat Dengan Mengharapkan

  • Dalam Kisah Para Rasul 3:1-6 ada seorang pria yang disembuhkan oleh Petrus dan Yohanes. Pria ini “mengharapkan untuk menerima sesuatu dari mereka.”
  • Petrus menginpartasikan kepada orang itu iman untuk percaya, atau sebuah visi untuk menerima dari Allah apa pun yang dia butuhkan.
  • Salah satu hal terbesar yang dapat kita impartasikan kepada orang lain adalah pengharapan.

Kebangunan rohani yang luas yang terjadi di bagian utara New York selama awal tahun1800-an diakui telah didorong dengan:

  1. Musim puasa dan doa – dalam kesatuan, sependeritaan suffering, dan ketekunan.
  2. Pengakuan dosa dengan hati yang tulus.
  3. Disiplin gereja yang dijalankan dengan bijaksana.
  4. Mengunjungi dari rumah ke rumah.
  5. Memberitakan Injil, doktrin dan ajarannya, janji dan ancamannya, dengan kesederhanaan dan kesungguhan yang besar.
  6. Pemuridan yang dijalankan dengan baik.
  7. Menghindari perselisihan atas hal-hal kecil.
  8. Kunjungan hamba Tuhan dan orang awam ke daerah-daerah di mana kebangunan rohani sedang berlangsung. Hal ini menyebabkan kebangunan rohani menyebar ke daerah-daerah lain.
  9. Penginjilan yang tekun yang membawa Injil ke luar tembok gereja.

Sumber : hanya1percikan.wordpress.com

Baca artikel terkait :