Apa Pesan Yesus kepada Jemaat Laodikia?
Umat Kristen di kota ini telah membiarkan kekayaan menumpulkan rohani mereka; mereka menjadi sombong dan mandiri. Bahkan, mereka berperilaku seolah-olah tidak membutuhkan Tuhan. Tanah telah menyediakan kebutuhan mereka; mereka memiliki cukup air.
Kitab Wahyu menyebutkan sejumlah jemaat yang dipuji dan ditegur oleh Yesus (terkadang keduanya). Salah satu jemaat tersebut adalah Laodikia, yang disebutkan dalam Wahyu 3. Kelompok orang percaya ini menerima peringatan bahwa pada saat kedatangan Kristus kembali, Ia tidak akan menerima mereka. Apa yang salah dengan Jemaat Laodikia, dan bagaimana peringatan bagi mereka juga menjadi peringatan bagi kita?
Jemaat Laodikia dalam Kitab Wahyu
“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!” (Wahyu 3:15-17).
Masalah Allah dengan jemaat ini adalah mereka hidup seolah-olah memiliki satu kaki di dunia dan satu kaki di surga, tetapi mereka bodoh jika berpikir Dia akan mengizinkan keragu-raguan seperti itu. “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Karena itu barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).
Jemaat Laodikia membayangkan mereka selamat karena mereka percaya Yesus adalah Tuhan yang telah bangkit, meskipun mereka tidak bertindak seolah-olah kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus telah memengaruhi hati mereka.

Laodikia terletak di dekat Denizli modern di Turki, dan kota itu makmur. Paulus merujuk jemaat ini dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, di mana ia meminta jemaat di sana untuk menyampaikan salamnya (Kolose 4:15). Ia tidak secara langsung menyebutkan adanya pertikaian spiritual di sana.
Stephen Baker menggambarkan bagaimana “sebuah tembok besar melingkupi kota, dan beberapa industri yang makmur menopang perekonomian, termasuk perbankan, manufaktur pakaian, dan sekolah kedokteran.”
Umat Kristen di kota ini telah membiarkan kekayaan menumpulkan rohani mereka; mereka menjadi sombong dan mandiri. Bahkan, mereka berperilaku seolah-olah tidak membutuhkan Tuhan. Tanah menyediakan kebutuhan mereka; mereka memiliki cukup air.
Seandainya hidup menjadi sulit, mungkin mereka akan berseru kepada Tuhan. Sebaliknya, kemudahan dan kenyamanan mendinginkan semangat mereka untuk Kristus. “Suam-suam kuku” mereka, tulis Marshall Segal, “merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius: mengandalkan diri sendiri.”
Yesus mengatakan sesuatu yang positif kepada ketujuh jemaat yang Ia tuju dalam Wahyu 2-3, kecuali Laodikia. Bahkan di Tiatira, yang ditegur Yesus karena menoleransi Izebel, “yang menyebut dirinya nabiah dan mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku untuk melakukan percabulan dan makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala” (2:20), Yesus juga “memuji kasih, iman, pelayanan dan ketekunan mereka” (2:19).
Menjadi tidak panas atau dingin merupakan masalah serius: jemaat Laodikia berada dalam bahaya yang lebih besar daripada jemaat saudaranya, yang menoleransi percabulan.
Peringatan Alkitabiah Berdasarkan Gereja Laodikia
Percabulan sering kali menduduki peringkat teratas dalam daftar dosa yang diperingatkan para rasul, jadi bagaimana mungkin kurangnya gairah saja bisa begitu penting? Laodikia tidak sendirian dalam menghadapi kritik ini, dan dosa-dosa lain yang muncul akibat kelesuan rohani disebutkan di tempat lain.
Beberapa orang Kristen di Pergamus “menganut ajaran pengikut Nikolaus.” Sebuah sumber mengatakan bahwa pengikut Nikolaus melakukan percabulan, dan mereka memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala.
Yesus tidak mendapati pekerjaan orang Kristen di Sardis “sudah sempurna di hadapan Allahku” (Wahyu 3:2). Mereka telah tertidur.

Dua contoh ini saja menunjukkan bahwa suam-suam kuku melemahkan ketahanan rohani terhadap dosa-dosa perbuatan dan kelalaian.
Ketika seorang Kristen mengalihkan pandangannya dari Kristus, ia mulai menoleransi dosa. Toleransi mengarah pada penerapan praktik-praktik berdosa seperti menyembah ilah-ilah lain dan berzina.
Dalam kasus orang Kristen Sardis, masalahnya mungkin terletak pada kebutaan mereka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar mereka, tidak melayani orang lain sebagaimana Kristus telah melayani mereka. “Aku tidak mendapati pekerjaanmu sempurna” (ayat 2).
Perbuatan yang tuntas bukanlah tanda kesempurnaan moral, tetapi menunjukkan pemahaman Injil yang utuh dan memberi hidup serta ketaatan pada perintah Kristus agar orang percaya membagikan kabar baik. Kabar yang sama itu, yang menembus hati seorang Kristen, menuntun pada buah-buah kehidupan, baik lahir maupun batin.
Paulus mendorong jemaat Galatia, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah tiba waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9).
Ini bukan hanya tanda bahwa kita hidup berbuah bagi Kristus, tetapi ada upahnya — “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih demikian, dan Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan. Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya” (Wahyu 3:5).
Kebalikannya berlaku bagi mereka yang tertidur, alih-alih dihidupkan kembali sepenuhnya. “Aku akan datang seperti pencuri dan kamu tidak akan tahu pada waktu manakah Aku akan datang menyerang kamu” (3:3).
Tidak ada hari libur; hidup setia adalah komitmen seumur hidup yang dimungkinkan oleh Roh Kudus yang bekerja di dalam hati orang-orang yang sungguh-sungguh menyembah Raja Yesus.
Tubuh kita perlu tidur, tetapi kita tidak dapat berhenti mengasihi Yesus. Wahyu 2-3 seolah-olah mengatakan bahwa jika kita ingin berlibur rohani, maka Yesus tidak ada di dalam kita. Kita belum mengasihi-Nya.
Mustahil, setelah kita sungguh-sungguh berserah kepada-Nya, untuk berharap terpisah dari-Nya, menjalani hidup menurut kedagingan. Setelah seseorang bertemu Yesus, tidak ada yang lebih baik.
Menjadi tidak panas atau dingin sama seperti percaya bahwa yang harus dilakukan seseorang hanyalah memenuhi persyaratan minimum untuk diselamatkan, tetapi Yesus menginginkan kita semua. Kita harus sepenuhnya masuk atau sepenuhnya keluar.
Sebelum kita terlalu keras terhadap jemaat Laodikia, kita harus ingat bahwa ini adalah masalah rohani yang umum. Orang Yahudi sering kali kehilangan semangat mereka untuk Allah Yang Mahakuasa, seringkali segera setelah Dia melakukan semacam mukjizat penyelamatan.
Paulus menulis, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Roma 12:11
Yesus memperingatkan, “Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12). Tidur rohani, suam-suam kuku, juga merupakan masalah kita.
Tawaran Yesus kepada Laodikia
Ini bukanlah surat penghakiman yang tak dapat dibatalkan. Allah berbelas kasih, sehingga Ia memberi Laodikia kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
Ia juga menawarkan mereka jalan: untuk menanggapi Yesus. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (3:20). Setidaknya ada tiga ciri dari hubungan yang diperbarui ini:
1. Yesus memulai tindakannya. Ia pertama-tama akan menjangkau mereka yang telah menolak-Nya tetapi yang kini juga bertobat dan rindu untuk hidup bagi-Nya sekali lagi.
2. Yesus menawarkan rekonsiliasi yang hangat, bukan sekadar fakta hidup atas kematian. Tawaran-Nya kepada mereka menunjukkan untuk siapa mereka diselamatkan, bukan sekadar dari apa mereka diselamatkan.
3. Persekutuan dengan Yesus memuaskan bahkan secara fisik. Kita akan makan dan minum bersama-Nya.
Meskipun kita akan dibangkitkan secara jasmani, dan pernyataan ini menunjukkan fakta tersebut, undangan ini juga berlaku di sini dan saat ini.
Kita dapat menikmati persekutuan dengan Yesus dalam keadaan fana kita hari ini, yang jauh lebih memuaskan daripada godaan fisik apa pun yang disebutkan Paulus dalam 2 Korintus 12:20 ketika ia bertanya-tanya apakah Korintus telah menjadi suam-suam kuku:

Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
Kekacauan dosa tidak dapat memuaskan; hanya Yesus yang dapat memuaskan. Seperti yang kita lihat dalam surat Paulus, tidak ada kedamaian bagi orang yang menolak Allah, bahkan ketika penolakan tersebut ditandai dengan sikap apatis, alih-alih tindakan menyakiti orang lain secara nyata.
Sumber : Candice Lucey – https://www.christianity.com/
Artikel Teologia Akhir Zaman Selengkapnya :
- Apa Arti 666 Dalam Alkitab? Mengapa Disebut Angka Binatang?
- Tanda-Tanda Akhir Zaman dan Benarkah Akhir Zaman Sudah Dekat
- Apakah Perang di Israel Merupakan Tanda Akhir Zaman?
- Apa Peran Israel Dalam Nubuatan Alkitab Tentang Akhir Zaman?
- 4 Nubuatan Mukjizat yang Harus Diketahui Umat Kristen tentang Israel
- Bagaimana dan Kapan Terjadinya Perang Armagedon?
- Apakah Perang Armageddon Sudah Dekat?
- 3 Alasan Mengapa Kita Tidak Perlu Takut dengan Tanda Zaman
- 7 Tanda Kita Berada di Akhir Zaman
- 4 Hal yang Harus Diketahui Setiap Orang Kristen tentang Rapture – Pengangkatan
- 6 Tanda Kedatangan Yesus Kedua Kalinya
- 8 Tanda Pengangkatan atau Rapture dalam Alkitab
- Apa Perbedaan Antara Pengangkatan (Rapture) dan Kedatangan Kristus Kedua Kalinya?
- Apa Itu Eskatologi? Pengertian, Makna dan Arti dan Penjelasan Eskatologi
- Apa Itu Gog dan Magog Dalam Alkitab?
- Apakah Bencana Merupakan Tanda Penghakiman Tuhan?
- Apakah Gempa Bumi Adalah Tanda-Tanda Akhir Zaman?
- Apakah Virus Corona Salah Satu Wabah dalam Kitab Wahyu?
- Mengapa Penghakiman Dimulai di Rumah Tuhan
- Apa Itu Hari-hari Terakhir? Bagaimana Kita Mempersiapkan Diri Untuk Menghadapinya
- Apa yang Dilambangkan oleh 7 Gereja dalam Kitab Wahyu?
- Apa Kata Kitab Wahyu tentang Gereja di Sardis?
Artikel dan Tulisan Utama Teologia :
- Apa Itu Keselamatan? – Daftar Tulisan dan Artikel Tentang Keselamatan
- Tulisan dan Artikel Inspirasi Terkait Roh Kudus dan Pentakosta
- Daftar Artikel dan Tulisan tentang Tuhan Allah
- Memahami Dosa – Daftar Artikel dan Tulisan Tentang Dosa
- Tulisan Lengkap Tentang Akhir Zaman
- Daftar Tulisan dan Artikel tentang Malaikat dan Setan
- Memahami Surga dan Neraka – Daftar Tulisan dan Artikel