Special ContentTahun Baru & Awal Yang Baru

Terus Berjalan Di Tengah Keadaan Sulit

Daripada terus mengeluh dan marah pada keadaan, mengapa tidak menegakkan kepala dan mulai melihat ke dalam?

Saat kita mengalami peristiwa yang tidak kita harapkan, berbagai kegagalan baik dalam segi hubungan, keluarga, ekonomi, maupun yang lain, seringkali tanpa kita sadari, kita jadi terus-menerus membicarakannya dan otomatis pikiran kita juga menjadi semakin terfokus pada hal-hal yang negatif. Tentu saja, bagaimana kita dapat berharap akan melihat dan mengalami sesuatu yang positif kalau pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang negatif?

Kalau kita berharap pada Firman Tuhan, yang perlu diingat, Tuhan lebih tertarik untuk mengubah kita daripada mengubah keadaan yang kita hadapi. FirmanNya tidak mengubah keadaan kita, tetapi mengubah sudut pandang dan perspektif kita terhadap keadaan itu.  

”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. “ (1Korintus 10:13)

Yang dimaksud jalan ke luar disini dapat berupa

Kemampuan untuk memperoleh kekuatan, perubahan pola pikir, atau kondisi yang menguntungkan

  • Kadangkala tekanan adalah satu-satunya jalan yang dapat memunculkan kekuatan yang selama ini tersembunyi di dalam kita, memunculkan potensi dalam diri kita yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui.
  • Kegagalan atau kerugian membuat kita berpikir kembali tentang cara atau strategi yang selama ini kita lakukan, kemudian kita akan mulai mengumpulkan informasi dan belajar dari pengalaman sukses dan pengalaman gagal dari orang lain, dan akhirnya kita tahu bagian mana yang selama ini kita sikapi dengan keliru (dan artinya harus diubah total, dihilangkan dan diganti dengan yang baru) dan bagian mana yag harus ditingkatkan.
  • Mungkin selama ini kita hanya berani bergerak di satu area atau kondisi tertentu. Kegagalan atau stagnasi dalam area ini dapat membuat kita melihat kemungkinan area yang baru, yang mungkin selama ini kita abaikan atau yang tidak pernah kita coba untuk melangkah ke dalamnya.  

Mengingat kemenangan-kemenangan di masa lalu yang berhasil kita capai bersama Tuhan

Ingatlah keberhasilan-keberhasilan yang pernah anda lalui bersama Tuhan. Tuhan pernah melakukannya bersama dengan anda dan Dia akan melakukan hal yang sama pula kali ini.

Keyakinan ini juga yang membuat Daud tidak gentar menghadapi Goliat:

Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” (1Samuel 17:34-37)

Mulai dengan apa yang ada di tangan kita sekarang 

Tuhan akan memberi kemenangan dengan apa yang kita punya, bukan yang tidak kita miliki. Yesus sendiri melakukan hal yang sama saat Dia memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan (Matius 14:17-20):

  • Yesus mengambil 5 roti dan 2 ikan. Mulailah dengan apa yang ada pada kita saat ini.
  • Yesus menengadah ke atas. Berfokus pada Allah Sang Pencipta, pada Penolong kita, bukan pada ribuan orang atau masalah yang kita hadapi.
  • Yesus mengucap berkat atasnya. Bersyukur dan memberkati apa yang ada pada kita, baik itu berupa kemampuan, potensi, uang, atau lainnya. Bukan mengeluh atau mengomel karena apa yang kita punya kelihatannya tidak seimbang dengan apa yang harus kita hadapi.
  • Yesus memecah-mecahkan roti dan membagikannya. Mengerjakan dan mengelola semaksimal mungkin apa yang ada di tangan kita.   

Jangan mulai dengan berandai-andai, karena apa yang kita butuhkan sudah ada dalam diri kita. Bersyukur dan berjalan bersama Tuhan, karena Dia yang memelihara kita.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

Artikel Inspirasi Awal Tahun :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *